Selasa, 13 Mei 2014

TETANUS NEONATORUM

NAMA/NIP : MIKI APRIANTI/110100051

TETANUS NEONATORUM--Tetanus neonatorum  adalah penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir (neonatus). Tetanus neonatorum penyebab kejang yang sering dijumpai pada BBL yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatal, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptic. Penyakit tetanus neonatorum disebabkan oleh pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak bersih. Masih merupakan masalah diindonesia dan Negara berkembang lainnya, meskipun beberapa tahun terakhir kasusnya sudah jarang di Jakarta. angka kematian tetanus neonatorum tinggi dan merupakan  45-75% dari kematian seluruh penderita tetanus. Penyebab kematian terutama akibat komplikasi antara lain radang paru dan sepsis, makin muda umur bayi saat timbul gejala, makin tinggi pula angka kematian.
GEJALA KLINIS
Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam 48 jam penyakit menjadi nyata dengan adanya trismus. Pada tetanus neonaterum perjalanan penyakit ini lebih cepat dan berat. Anamnesis sangat spesifik yaitu :
1.        Bayi tiba-tiba panas dan tidak mau minum ( karena tidak dapat menghisap)
2.        Mulut mencucut seperti mulutikan
3.        Mudah terangsang dan sering kejang disertai sianosis
4.        Kaku kuduk sampai opistotonus
5.        Dinding Abdomen kaku, mengeras, dan kadang-kadang terjadi kejang
6.        Dari berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik kebawah, muka thisus sardunikus.
7.        Ekstermitas biasanya terulur atau kaku
8.        Tiba-tiba bayin sensitive terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis lemah.
PENCEGAHAN
Pemberian toksoid tetanus pad ibu hamil 3x berturut-turut pada trimester III dikatakan sangat bermanfaat untuk mencegah tetanus neonatorum. Pemotongan tali pusat harus menggunakan alat yang steril dan perawatan tali pusat selanjutnya. Komplikasi bronkopnemonia, asfiksia akibat obstruksi secret pada saluran pernafasan, sepsis neonatorum.
PENATA LAKSANA
1.        Pemberian saluran nafas agartidak tersumbat dan harus dalam keadaan bersih.
2.        Pakaian bayi dikendurkan atau dibuka.
3.        Mengatasi kejang dengan cara memasukkan tongspatel atau sendok yang sudah dibungkus kedalam mulut bayi agar tidak tergigit giginya dan untuk mencegah agar indah tidak jatuh kebelakang menutupi saluran pernafasan .
4.        Ruangan dan lingkungan harus tenang.
5.        Bila tidak dalam keadaan kejang berikan ASI sedikit demi sedikit ASI dengan menggunakan pipet atau diberitakn Personde ( kalau bayi tidak mau menyusui ).
6.        Perawatan tali pusat dengan teknih aseptic dan anti septic.
7.        Selanjutnya rujuk kerumah sakit, beri pengertian pada keluarga bahwa anaknya harus dirujuk kerumah sakit.
Bahaya terjadinya gangguan pernafasan
Gangguan pernafasan yang sering terjadi adalah apnea yang disebabkan adanya tetanus pasmia yang mengerang otot-otot pernafasan sehingga otot tersebut tidak berfungsi. Adanya spasme pada otot fasing menyebabkan terkumpulnya liur didalam rongga mulut. Sehingga memudahkan terjadinya pneumonia aspirasi. Adanya lendir ditenggorokan juga menghalangi kelancaran lalu lintas udara atau pernafasan. Pasien tetanus neonaterum setiap kejang selalu disertai sianosis dan frekwensi kejang biasanya sering sehingga pasien akan terlihat sianosis terus-menerus.


Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit
Kepada orang tua pasien yang  bayinya menderita tetanus perlu diberi penjelasan bahwa bayinya menderita sakit berat maka perlu tindakan dan pengobatan khusus. Untuk Pencegahan tetanus neonaterum ini suntikan diberikan 3x berturut-turut kepada pasien ibu hamil, perlu juga dijelaskan bahwa tidak akan ada manfaatnya jika suntikan tidak lengkap 3x. Untuk perawatan tali pusat baik sebelum maupun setelah lepas perlum diberitahukan cara yang murah dan baik, yaitu.menggunaka alkohol 70%, dan kasasteril yang telah dibasahi lagi dengan alkohol jika sudah kering. Jika tali pusat telah lepas, kompres alkohol diteruskan lagi sampai luka bekas tali pusat kering betul selama 3-5 hari jangan membubuhkan bubuk dermasol atau bedak pada nekas tali pusat karena akan dapat terjadi infeksi.
MEDIK DAN PERAWATAN
1.        Diberikan cairan intrafena dengan larutan glukosa 5% dan Nad fisiologis 4-1 selama 48-72 jam
2.        Diazepam dosis awal 2,5 mg IV perlahan-lahan selama 2-3 menit.
3.        ATS 10.000/ hari, diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan IM.
4.        Amfisilin 100 mg/kg berat badan/ hari /dalam 4 dosis selama 10 hari.
5.        Tali pusat dibersihkan atau dikompres dengan alkohol 70% betadine 10%.
6.        Rawat diruang yang tenang tapi harus terang juga hangat.
7.        Baringkan pasiendengan sikap kepala ekstensi dengan memberikan ganjalan  dibawah bahunya.
8.        Beri o2 1-2 liter /menit.
9.        Pada saat kejang pasang sudut lidah.
10.    Observasi tanda vital cara kontinu setiap setengah jam.

DAFTAR PUSTAKA
http://midwifesintia.blogspot.com/2013/03/penyakit-tetanus-neonatorum-pada-bayi.html
http://kti-akbid.blogspot.com/2011/10/tetanus-neonatorum.html
http://athyenchan.blogspot.com/2013/04/tetanus-neonatorum.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar