NAMA/NIP : MIKI APRIANTI/110100051
TETANUS NEONATORUM--Tetanus neonatorum adalah
penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir (neonatus). Tetanus neonatorum
penyebab kejang yang sering dijumpai pada BBL yang bukan karena trauma
kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatal, yang
antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptic. Penyakit
tetanus neonatorum disebabkan oleh pemotongan dan perawatan tali pusat yang
tidak bersih. Masih merupakan masalah diindonesia dan Negara berkembang
lainnya, meskipun beberapa tahun terakhir kasusnya sudah jarang di Jakarta.
angka kematian tetanus neonatorum tinggi dan merupakan 45-75% dari
kematian seluruh penderita tetanus. Penyebab kematian terutama akibat komplikasi
antara lain radang paru dan sepsis, makin muda umur bayi saat timbul gejala,
makin tinggi pula angka kematian.
GEJALA KLINIS
Penyakit ini biasanya terjadi
mendadak dengan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam
48 jam penyakit menjadi nyata dengan adanya trismus. Pada
tetanus neonaterum perjalanan penyakit ini lebih cepat dan berat. Anamnesis
sangat spesifik yaitu :
1.
Bayi tiba-tiba panas
dan tidak mau minum ( karena tidak dapat menghisap)
2.
Mulut mencucut seperti
mulutikan
3.
Mudah terangsang dan
sering kejang disertai sianosis
4.
Kaku kuduk sampai
opistotonus
5.
Dinding Abdomen kaku,
mengeras, dan kadang-kadang terjadi kejang
6.
Dari berkerut, alis
mata terangkat, sudut mulut tertarik kebawah, muka thisus sardunikus.
7.
Ekstermitas biasanya
terulur atau kaku
8.
Tiba-tiba bayin
sensitive terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis lemah.
PENCEGAHAN
Pemberian
toksoid tetanus pad ibu hamil 3x berturut-turut pada trimester III dikatakan
sangat bermanfaat untuk mencegah tetanus neonatorum. Pemotongan tali pusat
harus menggunakan alat yang steril dan perawatan tali pusat selanjutnya.
Komplikasi bronkopnemonia, asfiksia akibat obstruksi secret pada saluran
pernafasan, sepsis neonatorum.
PENATA LAKSANA
1.
Pemberian
saluran nafas agartidak tersumbat dan harus dalam keadaan bersih.
2.
Pakaian
bayi dikendurkan atau dibuka.
3.
Mengatasi
kejang dengan cara memasukkan tongspatel atau sendok yang sudah dibungkus
kedalam mulut bayi agar tidak tergigit giginya dan untuk mencegah agar indah
tidak jatuh kebelakang menutupi saluran pernafasan .
4.
Ruangan
dan lingkungan harus tenang.
5.
Bila
tidak dalam keadaan kejang berikan ASI sedikit demi sedikit ASI dengan
menggunakan pipet atau diberitakn Personde ( kalau bayi tidak mau menyusui ).
6.
Perawatan
tali pusat dengan teknih aseptic dan anti septic.
7.
Selanjutnya
rujuk kerumah sakit, beri pengertian pada keluarga bahwa anaknya harus dirujuk
kerumah sakit.
Bahaya
terjadinya gangguan pernafasan
Gangguan
pernafasan yang sering terjadi adalah apnea yang disebabkan adanya tetanus
pasmia yang mengerang otot-otot pernafasan sehingga otot tersebut tidak berfungsi.
Adanya spasme pada otot fasing menyebabkan terkumpulnya liur didalam rongga
mulut. Sehingga memudahkan terjadinya pneumonia aspirasi. Adanya lendir
ditenggorokan juga menghalangi kelancaran lalu lintas udara atau pernafasan. Pasien
tetanus neonaterum setiap kejang selalu disertai sianosis dan frekwensi kejang
biasanya sering sehingga pasien akan terlihat sianosis terus-menerus.
Kurangnya
pengetahuan orang tua mengenai penyakit
Kepada orang tua
pasien yang bayinya menderita tetanus perlu diberi penjelasan bahwa
bayinya menderita sakit berat maka perlu tindakan dan pengobatan khusus. Untuk
Pencegahan tetanus neonaterum ini suntikan diberikan 3x berturut-turut kepada
pasien ibu hamil, perlu juga dijelaskan bahwa tidak akan ada manfaatnya jika
suntikan tidak lengkap 3x. Untuk perawatan tali pusat baik sebelum maupun
setelah lepas perlum diberitahukan cara yang murah dan baik, yaitu.menggunaka
alkohol 70%, dan kasasteril yang telah dibasahi lagi dengan alkohol jika sudah
kering. Jika tali pusat telah lepas, kompres alkohol diteruskan lagi sampai
luka bekas tali pusat kering betul selama 3-5 hari jangan membubuhkan bubuk
dermasol atau bedak pada nekas tali pusat karena akan dapat terjadi infeksi.
MEDIK DAN
PERAWATAN
1.
Diberikan
cairan intrafena dengan larutan glukosa 5% dan Nad fisiologis 4-1 selama 48-72
jam
2.
Diazepam
dosis awal 2,5 mg IV perlahan-lahan selama 2-3 menit.
3.
ATS
10.000/ hari, diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan IM.
4.
Amfisilin
100 mg/kg berat badan/ hari /dalam 4 dosis selama 10 hari.
5.
Tali
pusat dibersihkan atau dikompres dengan alkohol 70% betadine 10%.
6.
Rawat
diruang yang tenang tapi harus terang juga hangat.
7.
Baringkan
pasiendengan sikap kepala ekstensi dengan memberikan ganjalan dibawah
bahunya.
8.
Beri
o2 1-2 liter /menit.
9.
Pada
saat kejang pasang sudut lidah.
10.
Observasi
tanda vital cara kontinu setiap setengah jam.
DAFTAR PUSTAKA
http://midwifesintia.blogspot.com/2013/03/penyakit-tetanus-neonatorum-pada-bayi.html
http://kti-akbid.blogspot.com/2011/10/tetanus-neonatorum.html
http://athyenchan.blogspot.com/2013/04/tetanus-neonatorum.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar