By : Satrio Ramahdansyah
NPM : 110100087
Penyakit
Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau
penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan
peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem
metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon
insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin
adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab
untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk
merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang
diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam
darah.
·
Tanda dan Gejala Diabetes
Mellitus
Tanda
awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu
dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan
kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 – 180 mg/dL dan air seni (urine)
penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering
dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita
kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak
semua dialami oleh penderita :
1.
Jumlah
urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2.
Sering
atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3.
Lapar
yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4.
Frekwensi
urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5.
Kehilangan
berat badan yang tidak jelas sebabnya
6.
Kesemutan/mati
rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7.
Cepat
lelah dan lemah setiap waktu
8.
Mengalami
rabun penglihatan secara tiba-tiba
9.
Apabila
luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10. Mudah terkena infeksi terutama
pada kulit.
·
Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes
tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan
hormon insulin, dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus
(IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada
pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita,
anak-anak dan remaja.
2.
Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes
tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan
semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus
(NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam
produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas
(respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan
meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
·
Kadar Gula Dalam Darah
Normalnya
kadar gula dalam darah berkisar antara 70 – 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan
unit United Kingdom)} atau 4 – 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit
United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Diagnosa
Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai
level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah
puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula
darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes
jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL,
terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak
alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat
penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate,
OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus,
ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
·
Pengobatan dan Penanganan
Penyakit Diabetes
Penderita
diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir,
Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan
berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
Pada
penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan
difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula
dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi
berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang
diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian
suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan
kadar gula darah.
Sumber :
- Utami, Prapti.2009.Solusi Sehat MengatasiDiabetes.Jakarta:Agromedia Pustaka.
- www.wikipedia.com
- www.medicastore.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar