NAMA:SINTA PURNAMA
SARI
NPM :110100090
KELAS:REGULER A
1. Pengertian Obesitas
Secara umum dapat
dikatakan bahwa kegemukan adalah dampak dari konsumsi energy yang berlebihan,
dimana energy yang berlebihan tersebut dapat disimpan didalam tubuh sebagai
lemak, sehingga akibatnya dari waktu ke waktu badan akan bertambah berat
disamping faktor kelebihan konsumsi energi, faktor keturunan juga mempunyai
andil dalam kegemukan (muchatadi, 2001).
Obesitas adalah
refleksi ketidakseimbangan konsumsi dan pengeluaran energi, penyebabnya ada
yang bersifat Eksogenetis dan Endogenous.Penyebab Eksogenetis misalnya
kegemaran makan secara berlebihan terutama makanan tinggi kalori tanpa
diimbangi oleh aktivitas fisik yang cukup sehingga surflus energinya disimpan
sebagai lemak tubuh (khomsan, 2004).
Obesitas adalah
kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang
berlebihan.Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi,
sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya.
Dari segi obesitas
adalah kelebihan lemak dalam tubuh, yang umumnya ditimbun dalam jaringan
supkutan (bawah kulit) sekitar organ tubuh yang kadang terjadi peluasan kedalam
jaringan organnya, dari segi ilmu gizi obesitas, penimbun trigliseida yang
berlebihan di jaringan-jaringan tubuh.
2. Gejala Obesitas
Penimbunan lemak yang
berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru,
sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya
melakukan aktivitas yang ringan.Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat
tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur
apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.
Obesitas bisa menyebabkan
berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk
osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki).Juga
kadang sering ditemukan kelainan kulit.
Seseorang yang
menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit
dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang
secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.Sering ditemukan
edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan
kaki.
Faktor-faktor lain
dapat dibagi menjadi tiga faktor, yaitu:
1. Faktor genetik. Obesitas cenderung
diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga
tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang
bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor
gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa
rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan
seseorang.
2. Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang
penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga
memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya
hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta
bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola
genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
3. Faktor psikis. Apa yang ada di dalam
pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang
memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.Salah satu bentuk gangguan
emosi adalah persepsi diri yang negatif.Gangguan ini merupakan masalah yang
serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan
kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam
pergaulan sosial.
3. Langkah awal dalam mengobati obesitas
adalah menaksir lemak tubuh penderita dan resiko kesehatannya dengan cara
menghitung BMI. Resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas akan
meningkat sejalan dengan meningkatnya angka BMI :
1. Resiko rendah :
BMI < 27
2. Resiko menengah :
BMI 27-30
3. Resiko tinggi :
BMI 30-35
4. Resiko sangat
tinggi : BMI 35-40
5. Resiko sangat
sangat tinggi : BMI 40 atau lebih.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Syaiful. 2005.
Obesitas dalam Masyarakat.Jakarta: Yudhistira.
Ibrahim, Anwar. 2008.
Obesitas. Surabaya: Pariwara.
Suardi. 2010.
Pengertian Obesitas. Diunduh di http://www.pediatrik.com, tanggal 19 Desember
2010
Jodi, M. 2009.
Etiologi Obesitas. Diunduh di http://www.infokedokteran.net tanggal 21 Desember
2010
Tim Webster. 2010.
Obesitas. Diunduh di http://www.obesitas.web.id tanggal 20 Desember 2010.
