NAMA : LESTARI SINATRA
NPM : 110100046
Penyakit TBC atau dikenal
juga dengan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam
disingkat BTA nama lengkapnya Mycobacterium Tuberculosis. Walaupun
Penyakit TBC dapat menyerang berbagai organ tubuh, namun kuman ini paling
sering menyerang organ Paru. Infeksi Primer terjadi pada individu yang
sebelumya belum memiliki kekebalan tubuh terhadap M Tuberculosis. Basil
Penyakit TBC terhisap melalui saluran pernapasan masuk kedalam paru, kemudian
basil masuk lagi ke saluran limfe paru dan dari ini basil TBC menyebar ke
seluruh tubuh melalui aliran darah. Melalui aliran darah inilah
basil TBC menyebar keberbagai Organ tubuh.
Penyakit TBC dapat
menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan
dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus
baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh
TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di
dunia.
TBC di Indonesia menjadi
masalah serius karena penularannya sangat mudah. Temuan kasus baru dan akses
terhadap pengobatan menjadi hal terpenting supaya penanganan TBC berhasil. Satu
seperempat abad atau 125 tahun sudah bakteri tuberkulosis (TBC) ditemukan. Upaya mengenyahkan
penyakit ini terus dilakukan, baik dalam skala global maupun lokal. Namun,
semakin keras usaha melawan TBC semakin pintar juga bakteri TBC berkelit.
Akibatnya, pengobatan penyakit ini menemui banyak jalan buntu. Alih-alih
lenyap, justr bakteri semakin resisten dan multi resisten.
Organisasi Kesehatan Dunia
WHO menggolongkan TBC sebagai penyakit endemik yang sulit dihilangkan. Riset
WHO tahun lalu menunjukkan hampir sepertiga penduduk dunia mengidap TBC. Setiap
tahun, lebih dari 1,7 juta orang meninggal. Laju penyebaran penyakit ini sulit dibendung lantaran
TBC mudah sekali menular.
Dalam persepektif
Indonesia, TBC juga menjadi masalah serius. Indonesia merupakan negara kelima
sebagai negara yang paling banyak pengidap TBC. Indonesia hanya kalah dari
Swaziland, Kamboja, Zambia dan Djibouti. Jumlah pengidap TBC saat ini 321 per
100 ribu penduduk.
Survei prevalensi TBC
yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa
prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut
laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004,
angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000
penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.
Pengobatan TBC di
Indonesia terbilang sulit, karena kita masih tertidur, terlelap dalam mimpi
panjang. Banyak pengidap TBC yang seharusnya sembuh, karena terkendala masalah
biaya, penyakit itu kambuh kembali. Apalagi, kesadaran berobat juga masih
rendah. Padahal TBC dapat disembuhkan. Karena itu, dibutuhkan kerjasama semua
pihak dalam menanggulangi TBC.
Saat ini baru 50%
penderita tuberkulosis di Indonesia yang berhasil disembuhkan. “Untuk
mempercepat penanganan TBC, tahun ini
pemerintah akan melakukan temuan kasus baru secara aktif,” ujar Menteri
Kesehatan, DR. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K) dalam peringatan hari TBC
sedunia 24 Maret Lalu. Pencapaian Indonesia sebenarnya sudah mencapai target
global. Angka temuan kasus (case detection rate/CDR) di Indonesia 74% dan angka
kesembuhan sukses (success rate/SR) 89%. Adapun target global adalah CDR 70%
dan SR 85%.
Angka
CDR, kata Menkes, harus ditingkatkan. Caranya, tenaga kesehatan tidak lagi
menunggu di puskesmas, tapi aktif menemukan kasus TBC di masyarakat. Langkah
penemuan kasus baru TBC, diantaranya menggunakan deteksi TBC yang lebih
sensitif dan spesifik. Deteksi lama yang digunakan sejak seabad lalu, yaitu
dengan melihat adanya basil tahan asam atau BTA+ dalam dahak penderita,
dianggap telah kadarluasa. Dalam perspektif global, saat ini sedang dicari cara
diagnosis baru yang lebih efektif. Sejauh ini belum ada cara deteksi yang
sensitif dan spesiik yang bisa diterapkan bagi masyarkat luas. Kasus TBC di
Indonesia menjadi momok mengingat penularan penyakit ini sangat mudah. Survei
nasional yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan setiap dua setengah menit,
akan muncul satu pengidap TBC baru.
Bukan cuma penularan,
tingkat kematian akibat TBC di Indonesia juga terbilang tinggi. Kertas kerja
WHO tahun 2000 sangat mengejutkan. Disitu tercatat, setiap 4 menit sekali, satu
orang Indonesia meninggal karena TBC.
Sumber:
·
klik-galamedia.com
·
nusaindah.tripod.com
·
fildza.wordpress.com/2008/penyakit-tuberkolosis
Semoga Artikel Kesehatan - Penyakit
TBC ini bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar