Oleh
: Agustina
Npm : 110100005
Dermatitis merupakan
sebuah kelainan kulit dengan gejala subyektif rasa gatal. Penyakit ini biasanya
ditandai dengan ruam yang polimorfi dan umumnya berbatas dengan tegas. Kulit
tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang
paling sering terkena adalah tangan dan kaki.
Ada Penyakit dermatitis
ini memang tidak pandang bulu, semua orang baik tua maupun muda “berpeluang”
terkena penyakit ini. Biasanya penyakit ini muncul pada bayi yang berusia dua
tahun. Semakin usia seseorang bertambah, penyakit dermatitis ini bisa hilang
dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus ada seseorang yang selama seumur
hidupnya terkena penyakit ini.
Jenis dermatitis
Jenis penyakit yang sering disebut dengan eksim oleh kebanyakan orang ini,
mempunyai beberapa jenis,yaitu :
Ø penyakit dermatitis atopi, pada jenis penyakit dermatitis ini, merupakan
keadaan dimana terjadi peradangan kulit kronis dan residif, disertai gatal.
Penyakit ini biasanya mempunyai riwayat / stigmata atopi ( sekelompok penyakit
pada individu yang mempunyai riwayat kepekaan terhadap alergen dalam
keluarganya, misal asma, bronchial,rintis alergik).
Ø Dermatitis
numularis : merupakan dermatitis yang bersifat kronik residif
dengan lesi berukuran sebesar uang logam dan umumnya berlokasi pada sisi
ekstensor ekstremitas.
Ø Dermatitis
dishidrotik : erupsi bersifat kronik residif, sering dijumpai pada
telapak tangan dan telapak kaki, dengan efloresensi berupa vesikel yang
terletak di dalam.
Ø Dermatomikosis
: infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur dengan
efloresensi kulit bersifat polimorf, berbatas tegas dengan tepi yang lebih
aktif.
Ø Dermatitis
seboroik : bila dijumpai pada muka dan aksila akan sulit
dibedakan. Pada muka terdapat di sekitar alae nasi, alis mata dan di belakang
telinga.
Ø Liken
simplek kronikus : bersifat kronis dan redisif, sering mengalami iritasi
atau sensitisasi. Harus dibedakan dengan dermatitis kontak alergik bentuk
kronik.
Fase penyakit dermatitis
1. Ada dua fase yang biasanya dialami oleh penderita dermatitis.
·
Fase anak, fase ini dimulai
dengan munculnya dermatitis sub akut. Jenis dermatitis ini cenderung lebih
kering. Dermatitis ini sering muncul di lipat siku/lutut. Kedua,
·
Fase dewasa, fase ini disertai
dengan munculnya hiperpigmentasi (kelebihan pigmen pada kulit yang bisa
menyebabkan warna hitam pada bekas luka yang terinfeksi), hiperkeratosis dan
likenifikasi (penebalan kulit dan bertambah jelasnya garis-garis normal kulit).
2. Ada 3 Fase Penyakit Dermatitis
v 1. Fase akut.
Kelainan
kulit umumnya muncul 24-48 jam pada tempat terjadinya kontak dengan bahan
penyebab. Derajat kelainan kulit yang timbul bervariasi ada yang ringan ada pula
yang berat. Pada yang ringan mungkin hanya berupa eritema dan edema, sedang
pada yang berat selain eritema dan edema yang lebih hebat disertai pula vesikel
atau bula yang bila pecah akan terjadi erosi dan eksudasi. Lesi cenderung
menyebar dan batasnya kurang jelas. Keluhan subyektif berupa gatal.
v 2. Fase Sub
Akut
Jika tidak
diberi pengobatan dan kontak dengan alergen sudah tidak ada maka proses akut
akan menjadi subakut atau kronis. Pada fase ini akan terlihat eritema, edema
ringan, vesikula, krusta dan pembentukan papul-papul.
v 3. Fase Kronis
Dermatitis
jenis ini dapat primer atau merupakan kelanjutan dari fase akut yang hilang
timbul karena kontak yang berulang-ulang. Lesi cenderung simetris, batasnya
kabur, kelainan kulit berupa likenifikasi, papula, skuama, terlihat pula bekas
garukan berupa erosi atau ekskoriasi, krusta serta eritema ringan. Walaupun
bahan yang dicurigai telah dapat dihindari, bentuk kronis ini sulit sembuh
spontan oleh karena umumnya terjadi kontak dengan bahan lain yang tidak dikenal.
Untuk mencegahnya penyakit ini ada beberpa macam cara penanganan
diantaranya adalah pemeriksaan hispatologi (lesi akut,kronik) dan melakukan
serangkaian uji tusuk dan tempel (reaksi positif setelah 24 – 48 jam).
Cara mencegah penyakit dermatitis
1. Jaga kelembaban kult dengan cara menghndari perubahan suhu.
2. Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
3. Kurangi Stress.
4. Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras,
5. Jika anda alergi maka hindarilah faktor pencetus alergi, seperti debu,bulu
binatang
Daftar pustaka
http//
Ilmu Pasti Pengungkap Kebenaran.Blogspot
Wikipedia.blogspot
http//dermatitis
keperawatan.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar