Oleh
: Cica Handayani
Npm
: 110100017
Hidung berdarah (Kedokteran: epistaksis atau Inggris: epistaxis) atau mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidungyang keluar
melalui lubang hidung.
Ada dua tipe pendarahan pada
hidung:
·
Tipe
anterior (bagian depan). Merupakan tipe yang biasa terjadi.
·
Tipe
posterior (bagian belakang).
Dalam kasus tertentu, darah dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu pendarahan yang
terjadi dapat masuk ke saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan muntah.
Mimisan atau dalam bahasa
kedokterannya disebut Epistaksis merupakan gejala yang sangat sering
dijumpai pada anak anak, walau demikian banyak orang tua yang ketakutan dan
bingung bila anaknya kedapatan sedang mimisan. Mimisan sendiri bukan merupakan
suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari suatu penyakit, itu artinya mimisan
bisa terjadi karena bermacam sebab dari yang ringan sampai yang berat.
Penyebab mimisan
Lokal:
Lokal:
·
Trauma seperti mengorek hidung,
jatuh, terpukul, benda asing di hidung
·
Pilek dan alergi, membuang ingus
terlalu keras
·
Mencium bahan kimia atau gas yang
merangsang seperti bensin, asam sulfat, amonia
·
Tumor di hidung
·
Perubahan tekanan atmosfer yang
mendadak pada penerbangan atau penyelam
Sistemik
Sistemik
·
Penyakit jantung dan pembuluh
darah seperti hipertensi, kelainan pembuluh darah
·
Kelainan darah seperti gangguan
pembekuan darah, turunnya trombosit, leukemia
·
Infeksi sistemik seperti demam
tinggi, demam berdarah
·
Penyakit autoimun, gangguan
hormonal
·
Merokok, alkohol
·
Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
seperti obat pengencer darah, acetosal, ibuprofen
Mimisan
atou epistaksis sering
kali terjadi pada anak-anak. Mimisan adalah suatu pendarahan yang terjadi di
rongga hidung. Mimisan sendiri bukanlah suatu penyakit. Tetapi suatu gejala
dari adanya kelainan.
Penyebab
mimisan pada anak
1.
PPL
(Penyebab Penyakit Luar)
yaitu segala macam infeksi yang mengakibatkan demam dan darah menjadi panas. Aliran darah yang lebih cepat keluar melalui pembuluh darah halus di hidung.
yaitu segala macam infeksi yang mengakibatkan demam dan darah menjadi panas. Aliran darah yang lebih cepat keluar melalui pembuluh darah halus di hidung.
2.
Penyebab
dari Organ Dalam
Disfungsi organ dalam atau energi tubuh yang lemah tidak mampu mengendalikan aliran darah mengalir dalam pembuluh darah sehingga keluar dari pembuluh darah.
“Panas” yang tertimbun akibat gangguan fungsi organ memacu aliran darah lebih deras dan keluar melalui hidung
Disfungsi organ dalam atau energi tubuh yang lemah tidak mampu mengendalikan aliran darah mengalir dalam pembuluh darah sehingga keluar dari pembuluh darah.
“Panas” yang tertimbun akibat gangguan fungsi organ memacu aliran darah lebih deras dan keluar melalui hidung
3.
Lain-lain
keracunan, trauma, tumor, benda asing.
keracunan, trauma, tumor, benda asing.
Pencegahan
·
jangan
mengorek hidung terlalu keras
·
jangan
membuang ingus keras-keras
·
hindari
asap/ gas bahan kimia ·
Cara mengatasi epistaksis :
·
Paling
utama adalah menghentikan pendarahan. Untuk menghentikan pedarahan, orang tua
dapat menekan kedua kuping hidungketengah selama beberapa saat. dapat juga
menghentikan dengan menyumbat hidung anak dengan menggunakan kapas, kasa atou
kain yang bersih. Lakukan selama 2-3 menit. Pada sebagian besar kasus mimisan,
penadarahan dapat berhenti sendiri. jangan lupa membersihkan darah yang
mengering dengan lembut agar anak bisa bernafas lagi dengan lega.
·
Anak
dianjurkan untuk duduk tegak agar mudah agar mudah membatukan darah bila masuk
ketenggorokan. Namun bila anak lemas dapat dibaringkan setengah duduk.
·
Kemudian
mencegah agar tidak terjadi komplikasi dan mencegah agar tidak berulang.
komplikasi yang dimaksud adalah terjadinya syok dan anemia akibat pendarahaan
yang terlalu banyak keluar. Berhati-hatilah agar tidak terjadi mimisan kembali.
·
Namun
apabila pendarahan tidak berhenti, Orang tua harus harus membawanya kedokter.
Inilah Penyebab Penyakit Mimisan dan Cara Pengobatannya. Semoga bermanfaat bagi
anda semuanya
Daftar pustaka
Ø Back-pro.blogspot.com
Ø Pnykitlo.blogspot.com
Ø Wikipedia Indonesia.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar