NAMA :
RUDINI MANZANI
NPM :
110100069
DEFINISI
Penyakit yang ditemui di daerah telinga sebetulnya merupakan
dampak dari adanya radang tenggorok, sinusitis, infeksi adenoid, dan lainnya
yang berkelanjutan. Jarak antara saluran tenggorok, hidung, dan telinga yang
pendek sekali menyebabkan kuman pada saluran tersebut naik ke telinga. Apalagi
muara telinga atau tuba eustaschius pada anak masih pendek dan lebar sehingga
sangat mudah terjadi infeksi dari daerah sekitarnya12 .
OTITIS
MEDIA AKUT
adalah peradangan dari telinga tengah. Menurut spesialis THT
RSI Sultan Agung Semarang, dr Andriana SpTHT MSiMed, radang telinga tengah
sering dipicu oleh infeksi-infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan dan
selesma-selesma atau persoalan-persoalan pernapasan lainnya yang menyebar ke
telinga tengah. Penyebabnya bisa virus atau bakteri yang menjadi akut atau
kronis.
Nama otitis media diambil dari kata oto yang berarti telinga, itis (radang), dan media (tengah). Jadi, otitis media itu peradangan sebagian atau seluruh telinga tengah.
Kalau telinga tengah perlu oksigen, ketika mengunyah, menelan, atau menguap, saluran ini baru terbuka, kata Andriana. Di telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran yang saling bersambungan dan menghubungkan gendang telinga dan rumah siput (koklea) di telinga dalam. Rumah siput merupakan tujuan akhir getaran suara sebelum diteruskan melalui saraf pendengaran dan keseimbangan ke otak.
Nama otitis media diambil dari kata oto yang berarti telinga, itis (radang), dan media (tengah). Jadi, otitis media itu peradangan sebagian atau seluruh telinga tengah.
Kalau telinga tengah perlu oksigen, ketika mengunyah, menelan, atau menguap, saluran ini baru terbuka, kata Andriana. Di telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran yang saling bersambungan dan menghubungkan gendang telinga dan rumah siput (koklea) di telinga dalam. Rumah siput merupakan tujuan akhir getaran suara sebelum diteruskan melalui saraf pendengaran dan keseimbangan ke otak.
Telinga tengah biasanya steril. Di dalam tuba eustachius ada
mekanisme pertahanan untuk mencegah masuknya mikroba dari rongga mulut ke
rongga telinga. Namun, dalam kondisi tertentu, ketika pertahanan terganggu,
infeksi di telinga tengah bisa terjadi. Kuman masuk ke telinga tengah seolah
tanpa perlawanan.
Kemasukan benda asing atau serangga, yang betah dan tak bisa keluar, juga bisa menyebabkan infeksi telinga. Orang yang anatomi telinganya tidak normal bisa juga menderita otitis media. Orang seperti itu cenderung rentan terhadap kotoran yang biasanya mengandung kuman.
Kemasukan benda asing atau serangga, yang betah dan tak bisa keluar, juga bisa menyebabkan infeksi telinga. Orang yang anatomi telinganya tidak normal bisa juga menderita otitis media. Orang seperti itu cenderung rentan terhadap kotoran yang biasanya mengandung kuman.
Radang telinga bisa terjadi di ketiga bagian, namun yang
paling sering pada telinga luar (otitis eksternal) dan telinga tengah (otitis
media). Infeksi Otak Otitis media ditandai dengan nyeri, berdenging, dan rasa
penuh di telinga. Jika sudah parah akan keluar cairan. Kalau cairannya kental
seperti nanah (congek), penyakitnya disebut otitis media supuratif. Sebaliknya,
jika cairannya masih encer disebut nonsupuratif (otitis media serosa).
Keluranya cairan menandakan bahwa gendang telinga telah
pecah, kata Andriana. Dilihat dari proses munculnya penyakit, otitis media
dibedakan menjadi otitis media akut dan kronis. Bila otitis media supuratif
timbulnya mendadak, disebut otitis media akut (OMA). OMA biasanya disertai
demam dan telinga terasa penuh.
Jika berlangsung dalam waktu yang lama, hingga menahun, akan
berubah menjadi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu radang kronis
telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran
timpani).
Adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah, tepatnya pada gendang telinga, akan menimbulkan demam tinggi, mual-mual, muntah, sakit kepala dan selera makan menurun atau hilang. Jika sudah demikian akan keluar cairan kental yang berwarna dan berbau, kata Andriana.
Adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah, tepatnya pada gendang telinga, akan menimbulkan demam tinggi, mual-mual, muntah, sakit kepala dan selera makan menurun atau hilang. Jika sudah demikian akan keluar cairan kental yang berwarna dan berbau, kata Andriana.
OMSK bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Tidak hanya
gangguan fungsi telinga, tetapi bisa mengakibatkan kematian. Proses menjadi
kronis ini bisa menyebabkan hancurnya struktur di dalam telinga dan
tulang-tulang di sekitarnya yang merupakan bagian dari tengkorak.
Infeksi dapat terus menyebar sampai ke selaput pembungkus
otak dan ke jaringan otak sendiri. Ini terjadi karena benteng pertahanan di
telinga berhasil diruntuhkan kuman penyakit. Reaksi pertama yang terjadi
biasanya berupa pembentukan abses lokal.
Dibanding orang dewasa otitis media lebih rentan diderita
bayi dan anak kecil. Hal ini karena bentuk tuba pada telinga anak kecil lebih
pendek, lebar, dan mendatar. Karenanya jika terjadi infeksi di saluran
pernapasan atas seperti batuk pilek atau influenza, kuman-kumannya lebih
leluasa sampai ke rongga telinga tengah sehingga memicu OMA.Tuli Konduktif
Infeksi dapat menimbulkan perubahan lapisan mukosa telinga tengah. Perubahan
ini terjadi berangsur-angsur, tidak langsung. Mula-mula tuba eustachius
tersumbat, sehingga penderita merasa pendengarannya terganggu. Lalu terjadi
perubahan pada lapisan mukosa di dalam telinga, terbentuk cairan di rongga
telinga, dan gendang telinga membengkak.
Penderita akan merasa sangat sakit dengan demam tinggi dan nyeri di telinga semakin bertambah. Kalau cairan tidak segera dikeluarkan, gendang telinga bisa pecah atau robek (perforasi), dan meninggalkan lubang sehingga menyebabkan ketulian.
Otitis media hampir selalu menimbulkan tuli konduktif. Walaupun gendang telinga masih utuh, tulang-tulang pendengaran bisa terputus. Untuk memulihkannya dibutuhkan bedah rekonstruksi mastoidektomi (menyambung tulang-tulang pendengaran).
Penderita akan merasa sangat sakit dengan demam tinggi dan nyeri di telinga semakin bertambah. Kalau cairan tidak segera dikeluarkan, gendang telinga bisa pecah atau robek (perforasi), dan meninggalkan lubang sehingga menyebabkan ketulian.
Otitis media hampir selalu menimbulkan tuli konduktif. Walaupun gendang telinga masih utuh, tulang-tulang pendengaran bisa terputus. Untuk memulihkannya dibutuhkan bedah rekonstruksi mastoidektomi (menyambung tulang-tulang pendengaran).
DAFTAR FUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar