Senin, 12 Mei 2014

OTITIS MEDIA AKUT (INFEKSI TELINGA TENGAH)


NAMA            : RUDINI MANZANI
NPM               : 110100069
DEFINISI
Penyakit yang ditemui di daerah telinga sebetulnya merupakan dampak dari adanya radang tenggorok, sinusitis, infeksi adenoid, dan lainnya yang berkelanjutan. Jarak antara saluran tenggorok, hidung, dan telinga yang pendek sekali menyebabkan kuman pada saluran tersebut naik ke telinga. Apalagi muara telinga atau tuba eustaschius pada anak masih pendek dan lebar sehingga sangat mudah terjadi infeksi dari daerah sekitarnya12 .
OTITIS MEDIA AKUT
adalah peradangan dari telinga tengah. Menurut spesialis THT RSI Sultan Agung Semarang, dr Andriana SpTHT MSiMed, radang telinga tengah sering dipicu oleh infeksi-infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan dan selesma-selesma atau persoalan-persoalan pernapasan lainnya yang menyebar ke telinga tengah. Penyebabnya bisa virus atau bakteri yang menjadi akut atau kronis.
Nama otitis media diambil dari kata oto yang berarti telinga, itis (radang), dan media (tengah). Jadi, otitis media itu peradangan sebagian atau seluruh telinga tengah.

Kalau telinga tengah perlu oksigen, ketika mengunyah, menelan, atau menguap, saluran ini baru terbuka, kata Andriana. Di telinga tengah  terdapat tiga tulang pendengaran yang saling bersambungan dan menghubungkan gendang telinga dan rumah siput (koklea) di telinga dalam. Rumah siput merupakan tujuan akhir getaran suara sebelum diteruskan melalui saraf pendengaran dan keseimbangan ke otak.
Telinga tengah biasanya steril. Di dalam tuba eustachius ada mekanisme pertahanan untuk mencegah masuknya mikroba dari rongga mulut ke rongga telinga. Namun, dalam kondisi tertentu, ketika pertahanan terganggu, infeksi di telinga tengah bisa terjadi. Kuman masuk ke telinga tengah seolah tanpa perlawanan.
Kemasukan benda asing atau serangga, yang betah dan tak bisa keluar, juga bisa menyebabkan infeksi telinga. Orang yang anatomi telinganya tidak normal bisa juga menderita otitis media. Orang seperti itu cenderung rentan terhadap kotoran yang biasanya mengandung kuman.
Radang telinga bisa terjadi di ketiga bagian, namun yang paling sering pada telinga luar (otitis eksternal) dan telinga tengah (otitis media). Infeksi Otak Otitis media ditandai dengan nyeri, berdenging, dan rasa penuh di telinga. Jika sudah parah akan keluar cairan. Kalau cairannya kental seperti nanah (congek), penyakitnya disebut otitis media supuratif. Sebaliknya, jika cairannya masih encer disebut nonsupuratif (otitis media serosa).
Keluranya cairan menandakan bahwa gendang telinga telah pecah, kata Andriana. Dilihat dari proses munculnya penyakit, otitis media dibedakan menjadi otitis media akut dan kronis. Bila otitis media supuratif timbulnya mendadak, disebut otitis media akut (OMA). OMA biasanya disertai demam dan telinga terasa penuh.
Jika berlangsung dalam waktu yang lama, hingga menahun, akan berubah menjadi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu radang kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani).
Adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah, tepatnya pada gendang telinga, akan menimbulkan demam tinggi, mual-mual, muntah, sakit kepala dan selera makan menurun atau hilang. Jika sudah demikian akan keluar cairan kental yang berwarna dan berbau, kata Andriana.
OMSK bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Tidak hanya gangguan fungsi telinga, tetapi bisa mengakibatkan kematian. Proses menjadi kronis ini bisa menyebabkan hancurnya struktur di dalam telinga dan tulang-tulang di sekitarnya yang merupakan bagian dari tengkorak.
Infeksi dapat terus menyebar sampai ke selaput pembungkus otak dan ke jaringan otak sendiri. Ini terjadi karena benteng pertahanan di telinga berhasil diruntuhkan kuman penyakit. Reaksi pertama yang terjadi biasanya berupa pembentukan abses lokal.
Dibanding orang dewasa otitis media lebih rentan diderita bayi dan anak kecil. Hal ini karena bentuk tuba pada telinga anak kecil lebih pendek, lebar, dan mendatar. Karenanya jika terjadi infeksi di saluran pernapasan atas seperti batuk pilek atau influenza, kuman-kumannya lebih leluasa sampai ke rongga telinga tengah sehingga memicu OMA.Tuli Konduktif Infeksi dapat menimbulkan perubahan lapisan mukosa telinga tengah. Perubahan ini terjadi berangsur-angsur, tidak langsung. Mula-mula tuba eustachius tersumbat, sehingga penderita merasa pendengarannya terganggu. Lalu terjadi perubahan pada lapisan mukosa di dalam telinga, terbentuk cairan di rongga telinga, dan gendang telinga membengkak.
Penderita akan merasa sangat sakit dengan demam tinggi dan nyeri di telinga semakin bertambah. Kalau cairan tidak segera dikeluarkan, gendang telinga bisa pecah atau robek (perforasi), dan meninggalkan lubang sehingga menyebabkan ketulian.
Otitis media hampir selalu menimbulkan tuli konduktif. Walaupun gendang telinga masih utuh, tulang-tulang pendengaran bisa terputus. Untuk memulihkannya dibutuhkan bedah rekonstruksi mastoidektomi (menyambung tulang-tulang pendengaran).


DAFTAR FUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar