Nama : Wika Indrayani
Npm : 110100080
Di Indonesia penyakit panu atau Tinea versicolor mungkin tidak asing lagi bagi sebagian orang,
penyakit ini sangat terkenal tapi memalukan, orang akan merasa malu jika
dibadannya terdapat penyakit ini. Maka dari itu jika penyakit kulit ini muncul
dibadan seseorang pasti orang tersebut akan berusaha untuk menghilangkan serta
menyembunyikannya. Penyebab dari penyakit ini tak lain dan tak bukan ialah karena
jamur, penularannya sungguh sangatlah mudah yaitu dengan kontak langsung dengan
si penderita.
Pada awalnya tidak ada gejala yang menunjukkan seseorang
akan menderita panu. Tahu-tahu timbul bercak-bercak di kulit yang terasa gatal.
Ada yang unik dari Tinea
versicolor, sebutan versicolor berasal dari fakta bahwa
infeksi ini menyebabkan kulit yang terlibat mengalami perubahan warna, baik
menjadi lebih gelap maupun menjadi lebih terang daripada area kulit
disekitarnya. Area kulit yang paling umum terserang adalah bahu, punggung dan
dada. Pada keadaan lainnya infeksi dapat terjadi pada lipatan-lipatan kulit
seperti lipatan lengan, kulit dibawah payudara, atau dilipat paha. Wajah
biasanya jarang terkena, kecuali pada beberapa wajah anak, wajah mungkin juga
terlibat. Kadang jumlah area yang terlibat sangat sedikit, sehingga tampak
kentara, dan sisi lain area yang terlibat cukup luas sehingga memberikan
gambaran bahwa kulit itu normal, sementara kulit normal akan tampak bermasalah.
Adakah yang tahu bagaimana patofisiologi penyakit ini ? Tinea
versicolor
disebabkan oleh adanya infeksi dari organisme dimorphic, lipoflik, dengan genus
Malassezia, formalnya dikenal dengan
nama Pityrosporum. Delapan spesies dikategorikan dalam klasifikasi ini, yang
dimana Malassezia globosa dan Malassezia furfur
adalah spesies yang utama ditemukan pada tinea
versicolor. Malassezia sangat
sulit dikultur dalam laboratorium dan hanya dapat dikultur di media yang kaya
asam lemak C12-C14. Malassezia
normalnya dapat ditemukan di semua kulit binatang, termasuk manusia. Jamur ini
dapat diisolasi pada bayi 18% dan pada orang dewasa 90-100%.
Organisme ini dapat ditemukan disemua kulit yang sehat
sampai dengan penyakit kulit. Pada pasien dengan penyakit kulit, organisme ini
ditemukan dengan dalam bentuk yeast dan filamen. Faktor yang menyebabkan
perubahan dari dulunya saprofita menjadi parasitik, karena adanya genetis,
temperatur hangat, lembap, immunosuppresion, malnutrisi, dan penyakit cushing.
Peptida manusia LL-37 berperan dalam mempertahankan kulit dari infeksi jamur ini.
Meskipun malassezia termasuk dalam flora normal kulit tetapi bisa ada
kemungkinan menjadi patogen. Organisme ini juga dapat menjadi faktor pendukung
penyakit kulit lain seperti pityrosporum folliculitis, konfluens dan
reticulate papilomatosis, seborrheic dermatitis,
dan beberapa bentuk dermatitis atopik.
Bagaimana cara
pengobatan dan pencegahannya ? Pengobatan
untuk penderita sakit panu dapat dilakukan dengan pemberian obat antara lain :
1. Topical (pengobatan luar)
Pengobatan topical diberikan pada panu (tinea versicolor) yang
terbatas dengan
angka kekambuhan tinggi. Seperti pemberian Antifungal topical.
Antifungal topical adalah cream atau salep yang mengandung miconazole,
keteconazole, clotrinazole, econazole,
or ciclopirox olamine sangat ampuh untuk menghilangkan panu. Cream ini
dioleskan pada daerah yang terkena panu 1-2 kali setiap hari selama 2-4 minggu. Atau dengan
memberikan ketoconazole
shampoo dengan kandungan
ketoconazole sebanyak 2%
yang digunakan setiap 3 hari dengan
mengoleskan mulai dari bagian bawah kepala sampai ke paha. Shampo harus
dibiarkan selama 5 menit baru kemudian dibilas.
2. Obat Sistemik/Oral (diminum)
Pengobatan ini diberikan pada pasien
dengan panu yang luas diseluruh tubuh
dan panu yang tidak berespon baik dengan pengobatan topical (luar) serta
terjadi kekambuhan yang berulang. Seperti :
Ø Itraconzole dengan dosis 200mg empat
kali sehari selama 7 hari akan memberikan kesembuhan sebesar 89% pada 4 minggu
pengobatan.
Ø Fluconazole dengan dosis 300-400mg
dosis tunggal dan dapat diulang setelah 2 minggu jika diperlukan.
Ø Ketoconazole dosis tunggal 400mg.
Pasien disarankan untuk tidak mandi selama 12 jam sehingga memberi kesempatan
terjadinya akumulasi obat di kulit.
Jika panu sudah dapat dihilangkan, langkah yang penting adalah
bagaimana mencegah timbulnya kembali panu tersebut (recurrent). Pencegahan ini
dapat dilakukan dengan menggunakan ketoconazole shampoo 2% atau selenium
sulfide 2,5% sekali seminggu mulai dari leher sampai ke bagian paha dan
didiamkan selama 5-10 menit baru kemudian dibilas. Selain itu hal
yang lebih penting adalah menjaga hyegine pribadi, meningkatkan daya
tahan tubuh, mencegah obesitas dan mengobati penyakit yang menurunkan daya
tahan tubuh serta menjaga agar tubuh tidak lembab.
Sumber :
Legawa, cahya. 2011. Tinea
Versicolor. http://catatan.legawa.com/2011/03/tinea-
versicolor/
Satriautama. 2008. Panu
Tinea Versicolor. http://satriautama.wordpress.com/2008/03/20/panu-tinea-versicolor/
Yositsune. 2010. Tinea
versicolor. http://mymedstory.wordpress.com/tag/tinea-versicolor/
Yudashmara. 2009. Penyakit
Kulit Panu atau Pityriasis versicolor. http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2009/12/10/penyakit-kulit-panu-atau-pityriasis-versicolor/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar