NAMA : ARDIAN JULIANTO
NPM : 110100011
·
A.
Pengertian Insomnia
Insomnia adalah
suatu kelainan / penyakit dimana berada dalam keadaan sulit tidur, sulit
mencapai kondisi tertidur lelap, atau keduanya. Jika mengalami Insomnia,
biasanya Anda akan bangun dalam kondisi tidak segar, yang akan mengganggu
kondisi beraktivitas sepanjang hari. Insomnia tidak cuma bisa menguras energi
dan mood, namun juga kesehatan, aktivitas kerja dan kualitas hidup Anda.
Sebenarnya berapa lama idealnya kita tidur? Untuk hal ini tergantung tiap-tiap
individu. Kebanyakan orang butuh tidur antara 7 - 8 jam per hari. Banyak orang
mengalami insomnia hanya untuk masa-masa tertentu, namun ada pula yang
mengalami insomnia jangka panjang (insomnia kronik). Anda tidak perlu khawatir,
karena mungkin anda cuma perlu merubah sedikit kebiasaan tidur untuk melawan
insomnia. Gejala Insomnia antara lain:
•
Sulit mencapai tahap tertidur
lelap
•
Terbangun saat tidur
•
Terlalu cepat bangun tidur
•
Tidak merasa cukup istirahat
setelah tidur malam
•
Merasa ngantuk di siang hari
•
Merasa resah, depresi dan gusar
•
Sulit konsentrasi saat
beraktivitas
•
Seringnya melakukan kesalahan atau
kecelakaan kecil
•
Sering merasa sakit kepala
•
Sering muncul gangguan pencernaan.
•
Munculnya kekhawatiran akan
kondisi tidur.
B. Penyebab Umum Insomnia, antara lain:
•
Stres. Kekhawatiran tentang
pekerjaan, sekolah, kesehatan atau keluarga dapat menyebabkan pikiran anda
aktif di malam hari dan membuat anda sulit tidur. Kehidupan yang penuh tekanan,
seperti sanak keluarga yang meninggal atau sakit, perceraian atau PHK, juga
bisa menyebabkan insomnia.
•
Cemas / Resah. Perasaan cemas /
resah yang muncul sepanjang kita beraktivitas sampai gangguan rasa cemas yang
serius juga bisa mengganggu tidur anda.
•
Depresi. Anda bisa jadi tidur
berkepanjanganb atau jadi sulit tidur saat anda depresi. Ini bisa terjadi
akibat ketidak-seimbangan kimiawi di otak atau kecemasan yang disertai depresi
bisa membuat anda tidak bisa tenang saat tidur. Insomnia bisa juga disertai
penyakit mental
•
Obat-obatan. Banyak pengobatan
dapat menyebabkan sulit tidur, termasuk obat anti-depresi, obat jantung dan
obat tekanan darah, anti-alergi, obat stimulan (seperti: Ritalin) dan
Kortikosteroid. Banyak obat-obat bebas (OTC / Over-The-Counter), termasuk obat
penahan rasa sakit (analgesik), obat batuk-pilek (dekongestan) dan produk
pelangsing tubuh, mengandung kafein dan bahan stimulan lainy. Anti-histamin
bisa membuat anda merasa resah, dan zat tersebut bisa membuat masalah urinasi
yang bisa menyebabkan anda selalu terjaga untuk pipis sepanjang malam.
•
Kafein, Nikotin dan Alkohol. Kopi,
teh, cola dan minuman yang mengandung kafein terkenal sebagai stimulan. Minum
kopi di sore hari bisa menyebabkan anda terjaga di malam hari. Nikotin dalam
rokok juga merupakan stimulan yang bisa menyebabkan insomnia. Alkohol itu sebenarnya
punya efek menenangkan dan bikin ngantuk (sedatif), namun alkohol juga malah
berefek tidak bisa mencapai tahap tidur lelap dan bisa membuat anda terbangun
di malam hari.
•
Kondisi Medis. Jika anda menderita
rasa sakit jangka panjang (sakit kronik), kesulitan bernafas atau sering pipis,
anda mungkin mengidap insomnia. Kondisi medis yang sering dihubungkan dengan
insomnia, seperti radang sendi (arthritis), kanker, kelainan jantung, penyakit
paru, penyakit saluran pencernaan - GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease),
kelenjar tiroid aktif, stroke, parkinson dan alzheimer (pikun). Pastikan bahwa
kondisi medis anda benar-benar terjaga, maka kondisi insomnia anda bisa
dikendalikan. Jika anda mengidap arthritis, sebagai contoh, minum obat pereda
sakit akan membantu anda untuk tidur.
•
Perubahan Suasana Lingkungan atau
Jadwal Kerja. Bepergian dan bekerja larut atau terlalu pagi dapat mengganggu
siklus 24 jam, yang membuat sulit tidur. Siklus tubuh bekerja sebagai jam
internal, mengarahkan hal-hal seperti siklus tidur-bangun, metabolisme dan suhu
tubuh.
•
Kebiasaan Buruk Saat Tidur.
Kebiasaan yang dapat membantu tidur nyaman dan nyenyak disebut juga Sleep
Hygiene. Sleep Hygiene yang buruk itu termasuk jadwal tidur tidak teratur,
beraktivitas sebelum tidur, lingkungan tidur yang tidak nyaman dan penggunaan
ranjang untuk aktivitas selain tidur.
•
Kecemasan tentang Insomnia.
Insomnia bisa terjadi ketika anda terlalu cemas akan tidak bisa tidur dan
terlalu memaksakan diri untuk tidur. Kebanyakan orang dengan kondisi seperti
ini, biasanya akan tidur lebih baik ketika mereka jauh dari lingkungan tidurnya
atau ketika mereka tidak berusaha untuk tidur, seperti ketika mereka nonton TV
atau membaca.
•
Makan terlalu larut malam. Makan
snack ringan sebelum tidur tidak apa, namun kalau makan terlalu banyak malah
akan membuat anda merasa tidak nyaman ketika berbaring, malah mempersulit untuk
tidur. Banyak orang malah merasa heart burn - dada terasa panas akibat
terjadinya salah alir asam lambung dan makanan ke arah dada. Perasaan tidak
nyaman ini bisa membuat anda terjaga.
C.
Insomnia dan Penuaan
Insomnia sering
terjadi sejalan dengan penambahan usia. Ketika anda bertambah tua, terjadi
perubahan dalam tubuh kita yang bisa berefek pada kebiasan tidur kita. Anda
akan mengalami :
•
Perubahan Pola Tidur. Tidur jadi
tidak terlalu nyenyak ketika bertambah tua, dan anda jadi mudah terbangun
akibat suara atau perubahan lain di sekitar anda. Ketika bertambah tua, jam
internal anda jadi lebih cepat, yang berarti anda jadi cepat merasa lelah di malam
hari dan terbangun lebih cepat di pagi hari. Namun walau bertambah tua, manusia
tetap butuh total waktu yang sama untuk tidur seperti halnya anak muda.
•
Perubahan Aktivitas. Anda akan
merasa kurang aktif secara fisik dan sosial. Aktivitas bisa membantu kita untuk
tidur nyenyak. Anda akan cenderung untuk tidur siang, yang akan merubah lamanya
tidur di malam hari.
•
Perubahan Kesehatan. Rasa sakit
kronis seperti radang sendi atau sakit punggung dan depresi, cemas dan stres
bisa mengganggu tidur. Para pria lebih tua tidak jarang terjangkit pembesaran
kelenjar prostat, yang akan menyebabkan mereka jadi sering pipis, mengganggu
tidur mereka. Untuk para wanita, kepanasan disertai menopause jugabisa
mengganggu tidur. Gangguan tidur lainnya seperti apnea tidur (sesak nafas saat
tidur) dan kaki pegal-pegal adalah penyakit yang biasa terjadi untuk
orang-orang yang telah berumur. Apnea tidur bisa menyebabkan anda berhenti
bernafas secara periodik sepanjang malam. Kaki pegal-pegal menyebabkan sensasi
tidak nyaman di kaki anda dan anda tidak bisa menahan untuk menggerakkannya
yang akan menyebabkan anda susah tertidur.
•
Peningkatan Kebutuhan Obat-Obatan.
Untuk orang-orang yang telah berumur biasanya butuh lebih banyak obat-obatan
daripada orang-orang yang masih muda, yang makin membuat mereka rentan akan
insomnia. Gangguan tidur bisa juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Beberapa
anak dan remaja bisa sulit tidur atau menolak jam tidur mereka karena jam
internal mereka bekerja lebih lambat. Mereka ingin tidur larut malam dan bangun
telat di pagi hari.
D. Faktor Resiko
Semua orang kadang
bisa sulit tidur. Namun resiko untuk mengalami insomnia lebih besar untuk :
•
Wanita. Wanita lebih berisko
terkena insomnia. Perubahan hormon semasa siklus menstruasi dan menopause bisa
jadi berperan di sini. Ketika menopause, keringat dan rasa panas sering
mengganggu tidur.
•
Umur lebih dari 60 tahun. Dengan
perubahan pola tidur, insomnia makin menjadi sejalan dengan umur.
•
Mengalami Gangguan Mental /
Kejiwaan. Banyak kelainan / penyakit, termasuk depresi, kecemasan, penyakit
gangguan emosi (bipolar disorder) dan stres akibat trauma, bisa mengganggu
kualitas tidur. Terbangun terlalu pagi adalah gejala klasik depresi dini.
•
Mengalami Stres Berat. Kejadian
yang menbuat stres bisa menyebabkan insomnia sementara, dan kejadian yang bisa
menyebabkan stres jangka panjang seperti meninggalnya orang terkasih atau
perceraian bisa menyebabkan insomnia kronik. Kondisi ekonomi rendah / miskin
atau tidak punya pekerjaan dapat meningkatkan resiko.
•
Bekerja malam atau Perubahan
Giliran Kerja. Bekerja malam atau seringnya berganti giliran kerja dapat
meningkatkan resiko insomnia.
•
Bepergian Jauh. Kondisi Jet lag
akibat bepergian ke luar negeri yang beda zona
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar