Senin, 26 Mei 2014

MARASMUS




DI SUSUN OLEH : ADITYA ANUGRAH
 PENGERTIAN MARASMUS
 

Marasmus adalah salah satu bentuk gizi buruk yang sering ditemui pada Balita.
Penyebabnya multifaktorial antara lain masukan makanan yang kurang, faktor penyakit
dan faktor lingkungan serta ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi dan
keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis; untuk menentukan penyebab
perlu anamnesis makanan dan penyakit lain.
Pencegahan terhadap marasmus ditujukan kepada penyebab dan memerlukan
pelayanan kesehatan dan penyuluhan yang baik.

http://clupst3r.wordpress.com/2010/03/21/penyakit-marasmus/

PENYEBAB DAN GEJALA MARASMUS
Marasmus ialah suatu bentuk kurang kalori protein yang berat. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit infeksi. Selain faktor lingkungan, ada beberapa faktor lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir, diduga berpengaruh terhadap terjadinya marasmus. Secara garis besar sebab sebab marasmus antara lain :
1.      pemasukan kalori yang tidak cukup, marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit.
2.      pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidak tahuan orang tua si anak ; misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
3.      kebiasaan makan yang tidak tepat. Seperti mereka yang mempunyai hubungan orangtua dan anak terganggu.
4.      kelainan metabolic. Misalnya : renal asidosis, idiopathic hypercalcemia, galactosemia, lactose intolerance. Malformasi kongenital misalnya: penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschprung, deformitas palatum, palatoschizis, micrognathia, stenosis pilorus, hiatus hernia, hidrosefalus, cystic fibrosis pancreas.

Adapun gejala-gejala penderita Marasmus sebagai berikut:
a) Perubahan psikis , anak menjadi cengeng, cerewet walaupun mendapat minum.
b) Pertumbuhan berkurang atau terhenti.
c) Berat badan anak menurun, jaringan subkutan menghilang ( turgor jelek dan    kulit keriput.
d) Vena superfisialis kepala lebih nyata, frontal sekung, tulang pipi dan dagu terlihat menonjol, mata lebih besar dan cekung.
e) Hipotoni akibat atrofi otot
f) Perut buncit
g) Kadang-kadang terdapat edem ringan pada tungkai
h) Ujung tangan dan kaki terasa dingin dan tampak sianosis.

http://kunoichichan65.blogspot.com/2013/09/marasmus.html?m


MARASMUS
GIZI BURUK TIPE MARASMUS
PATOGENESA
Pada keadaan ini yang mencolok adalah pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai atrofi otot dan menghilangnya lemak dibawah kulit. Pada mulanya keadaan tersebut adalah proses fisiologis untuk kelangsungan hidup jaringan, ubuh memerlukan energi yang tidak dapat dipenuhi oleh makanan yang masuk, sehingga harus didapat dari tubuh sendiri, sehingga cadangan protein digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut.

GEJALA KLINIS
Pertumbuhan berkurang atau terhenti
Konsipasi atau diare
wajahnya tampak tua
Mata tampak besar dan dalam
Lemak pipi menghilang
Apatis
PENGOBATAN
Pengobatan rutin yang dilakukan di rumah sakit berupa 10 langkah penting yaitu:
1. Atasi/cegah hipoglikemia
2. Atasi/cegah hipotermia
3. Atasi/cegah dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Obati/cegah infeksi
6. Mulai pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh-kejar (catch up growth)
8. Koreksi defisiensi nutrien mikro
9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental
10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh.
http://hsilkma.blogspot.com/2008/03/marasmus.html?m=1
SUMBER :

Ngastiyah,2010. http://clupst3r.wordpress.com/2010/03

Chichan,kunoi,2013.http://kunoichichan65.blogspot.com/2013/09/marasmus.html?pnyakit-marasmus/

Ramali Ahmad,2008. http://hsilkma.blogspot.com/2008/03/marasmus.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar