DI SUSUN OLEH : ADITYA ANUGRAH
PENGERTIAN MARASMUS
Marasmus adalah salah satu bentuk
gizi buruk yang sering ditemui pada Balita.
Penyebabnya multifaktorial antara lain masukan makanan
yang kurang, faktor penyakit
dan faktor lingkungan serta ketidaktahuan untuk
memilih makanan yang bergizi dan
keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis;
untuk menentukan penyebab
perlu anamnesis makanan dan penyakit lain.
Pencegahan terhadap marasmus ditujukan kepada penyebab
dan memerlukan
pelayanan kesehatan dan penyuluhan yang baik.
http://clupst3r.wordpress.com/2010/03/21/penyakit-marasmus/
PENYEBAB DAN GEJALA MARASMUS
Marasmus ialah suatu bentuk kurang kalori protein yang
berat. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan
makanan dan penyakit infeksi. Selain faktor lingkungan, ada beberapa faktor
lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir, diduga berpengaruh
terhadap terjadinya marasmus. Secara garis besar sebab – sebab marasmus antara lain :
1. pemasukan kalori yang
tidak cukup, marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit.
2. pemberian makanan
yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidak tahuan orang tua
si anak ; misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
3. kebiasaan makan yang
tidak tepat. Seperti mereka yang mempunyai hubungan orangtua dan anak
terganggu.
4. kelainan metabolic.
Misalnya : renal asidosis, idiopathic hypercalcemia, galactosemia, lactose
intolerance. Malformasi kongenital misalnya: penyakit jantung bawaan, penyakit
Hirschprung, deformitas palatum, palatoschizis, micrognathia, stenosis pilorus,
hiatus hernia, hidrosefalus, cystic fibrosis pancreas.
Adapun gejala-gejala penderita Marasmus sebagai
berikut:
a) Perubahan psikis , anak menjadi cengeng, cerewet
walaupun mendapat minum.
b) Pertumbuhan berkurang atau terhenti.
c) Berat badan anak menurun, jaringan subkutan
menghilang ( turgor jelek dan kulit keriput.
d) Vena superfisialis kepala lebih nyata, frontal
sekung, tulang pipi dan dagu terlihat menonjol, mata lebih besar dan cekung.
e) Hipotoni akibat atrofi otot
f) Perut buncit
g) Kadang-kadang terdapat edem ringan pada tungkai
h) Ujung tangan dan kaki terasa dingin dan tampak
sianosis.
http://kunoichichan65.blogspot.com/2013/09/marasmus.html?m
MARASMUS
GIZI BURUK TIPE MARASMUS
PATOGENESA
Pada keadaan ini yang mencolok adalah pertumbuhan yang
kurang atau terhenti disertai atrofi otot dan menghilangnya lemak dibawah
kulit. Pada mulanya keadaan tersebut adalah proses fisiologis untuk
kelangsungan hidup jaringan, ubuh memerlukan energi yang tidak dapat dipenuhi
oleh makanan yang masuk, sehingga harus didapat dari tubuh sendiri, sehingga
cadangan protein digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut.
GEJALA KLINIS
Pertumbuhan berkurang atau terhenti
Konsipasi atau diare
wajahnya tampak tua
Mata tampak besar dan dalam
Lemak pipi menghilang
Apatis
PENGOBATAN
Pengobatan rutin yang dilakukan di rumah sakit berupa
10 langkah penting yaitu:
1. Atasi/cegah hipoglikemia
2. Atasi/cegah hipotermia
3. Atasi/cegah dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Obati/cegah infeksi
6. Mulai pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh-kejar (“catch up growth”)
8. Koreksi defisiensi nutrien mikro
9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan
emosi/mental
10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah
sembuh.
http://hsilkma.blogspot.com/2008/03/marasmus.html?m=1
SUMBER :
Ngastiyah,2010. http://clupst3r.wordpress.com/2010/03
Chichan,kunoi,2013.http://kunoichichan65.blogspot.com/2013/09/marasmus.html?pnyakit-marasmus/
Ramali Ahmad,2008. http://hsilkma.blogspot.com/2008/03/marasmus.html?m=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar