KWASHIORKOR MERUPAKAN
PENYAKIT KURANG PROTEIN.
DI SUSUN OLEH : ADE SIRAMA RAYA
Kwashiorkor ialah defisiensi protein yang disertai defisiensi nutrien
lainnya yang biasa dijumpai pada bayi masa disapih dan anak prasekolah
(balita). (Ngastiyah, 1995)
Tanda-Tanda
Kwashiorkor :
1. Edema umumnya di
seluruh tubuh terutama pada kaki (dorsum pedis)
2. Wajah membulat dan
sembab
3. Otot-otot mengecil
4. Perubahan status
mental: cengeng, rewel kadang apatis
5. Anak sering
menolak segala jenis makanan (anoreksia)
6. Pembesaran hati
7. Sering disertai
infeksi, anemia dan diare/mencret
8. Rambut berwarna
kusam dan mudah dicabut
9. Gangguan kulit
berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam terkelupas (crazy
pavement dermatosis)
10. Pandangan mata
anak nampak sayu
http://gegriie.wordpress.com/2012/03/19/penyakit-kwashiorkor/
penyakit Kwashiorkor
Kwashiorkor ialah
gangguan yang disebabkan oleh kekurangan protein.
Kwashiorkor ialah
defisiensi protein yang disertai defisiensi nutrien lainnya yang biasa dijumpai
pada bayi masa disapih dan anak prasekolah (balita).
2.2.2 Etiologi
Selain oleh pengaruh
negatif faktor sosio-ekonomi-budaya yang berperan terhadap kejadian malnutrisi
umumnya, keseimbangan nitrogen yang negatif dapat pula disebabkan oleh diare
kronik, malabsorpsi protein, hilangnya protein melalui air kemih (sindrom
nefrotik), infeksi menahun, luka bakar, penyakit hati.
2.2.3 Patofisiologi
Pada defisiensi
protein murni tidak terjadi katabolisme jaringan yang sangat berlebihan karena
persediaan energi dapat dipenuhi oleh jumlah kalori dalam dietnya. Kelainan
yang mencolok adalah gangguan metabolik dan perubahan sel yang disebabkan edema
dan perlemakan hati. Karena kekurangan protein dalam diet akan terjadi
kekurangan berbagai asam amino dalam serum yang jumlahnya yang sudah kurang
tersebut akan disalurkan ke jaringan otot, makin kurangnya asam amino dalam
serum ini akan menyebabkan kurangnya produksi albumin oleh hepar yang kemudian
berakibat timbulnya odema.
http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/02/penyakit-kwashiorkor.html?m=1
1. Pola makan
Protein (dan asam
amino) adalah zat yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang.
Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup, tidak semua makanan
mengandung protein/ asam amino yang memadai. Bayi yang masih menyusui umumnya
mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya, namun bagi yang tidak
memperoleh ASI protein adri sumber-sumber lain (susu, telur, keju, tahu dan
lain-lain) sangatlah dibutuhkan (6). Kurangnya pengetahuan ibu mengenai
keseimbangan nutrisi anak berperan penting terhadap terjadi kwashiorkhor,
terutama pada masa peralihan ASI ke makanan pengganti ASI (2).
2. Faktor sosial
Hidup di negara
dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keadaan sosial dan politik tidak
stabil (7), ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan
sudah berlansung turun-turun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya
kwashiorkor (5).
3. Faktor ekonomi
Kemiskinan keluarga/
penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada
keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun tidak dapat
mencukupi kebutuhan proteinnya (2).
4. Faktor infeksi dan
penyakit lain
Telah lama diketahui
bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. Infeksi derajat apapun
dapat memperburuk keadaan gizi. Dan sebaliknya MEP, walaupun dalam derajat
ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.
Epidemiologi
Kasus ini sering
dijumpai di daerah miskin, persediaan makanan yang terbatas, dan tingkat
pendidikan yang rendah. Penyakit ini menjadi masalah di negara-negara miskin
dan berkembang di Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Asia Selatan. Di
negara maju sepeti Amerika Serikat kwashiorkor merupakan kasus yang langka (4).
Gejala Klinis
Tanda atau gejala
yang dapat dilihat pada anak dengan Malnutrisi protein berat-Kwashiorkor,
antara lain (2,4):
* Gagal untuk
menambah berat badan
* Pertumbuhan linear
terhenti.
* Edema gerenal (muka
sembab, punggung kaki, perut yang membuncit)
* Diare yang tidak
membaik
* Dermatitis,
perubahan pigmen kulit (deskuamasi dan vitiligo).
* Perubahan warna
rambut menjadi kemerahan dan mudah dicabut.
* Penurunan masa otot
* Perubahan mental
seperti lethargia, iritabilitas dan apatis dapat terjadi.
* Perubahan lain yang
dapat terjadi adala perlemakan hati, gangguan fungsi ginjal, dan anemia.
* Pada keadaan berat/
akhir (final stages) dapat mengakibatkan shock, coma dan berakhir dengan
kematian (2,4).
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan
dengan anamesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
1. Anamesis
Keluhan yanga sering
ditemukan adalah pertumbuhan anak yang kurang, seperti berat badan yang kurang
dibandingkan anak lain (yang sehat). Bisa juga didapatkan keluhan anak yang
tidak mau makan (anoreksia), anak tampak lemas serta menjadi lebih pendiam, dan
sering menderita sakit yang berulang (5).
http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/03/malnutrisi-energi-protein-mep-kwashiorkor/
SUMBER :
Gegriie,jhon,2012.http://gegriie.wordpress.com/2012/03/19/penyakit-kwashiorkor/
Aditya,wawansaf,2012.http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/02/penyakit-kwashiorkor.html?m=1
Departemen Kesehatan
RI,2009.http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/03/malnutrisi-energi-protein-mep-kwashiorkor/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar