Senin, 26 Mei 2014

ARTIKEL INFEKSI SALURAN KEMIH



Nama : Arpan Efendi
NPM : 110100085



1.    Definisi Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra). Infeksi saluran kemih adalah istilah umum untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis. (Wikipedia Indonesia)
Berikut beberapa kategori infeksi saluran kemih, yakni sebagai berikut:
  1. Infeksi Saluran Kemih Primer : Berdasarkan gejala sistemik pada infeksi saluran kemih ini maka ISK primer dapat dibagi menjadi 2 kategori sebagai berikut :
    • ISK lokal dapat diterapi antibiotika lokal.
    • ISK dengan beberapa gejala sistemik yang bisa diterapi secara antibiotika sistemik seperti amoksilin.
  2. Infeksi Saluran Kemih Sekunder : Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh penyakit lainnya. ISK berulang sendiri merupakan pertanda bahwa Infeksi saluran kemih tersebut termasuk dalam kategori sekunder karena penanganan dan pengobatan ISK sebelumnya tidak tepat. Penyebab penyakit infeksi saluran kemih sekunder adalah diakibatkan oleh obstruksi saluran kemih seperti pembesaran prostat, struktur uretra dan batu saluran kemih. Oleh karena itu, penanganan dan pengobatan penyakit infeksi saluran kemih sekunder haruslah berdasarkan penyebabnya yang perlu diketahui.

2.      Faktor resiko atau penyebab
Bakteri utama penyebab Infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang banyak terdapat pada tinja manusia dan biasa hidup di kolon. Wanita lebih rentan terkena ISK karena uretra wanita lebih pendek daripada uretra pria sehingga bakteri ini lebih mudah menjangkaunya. Infeksi juga dapat dipicu oleh batu di saluran kencing yang menahan koloni kuman. Sebaliknya, ISK kronis juga dapat menimbulkan batu.
Mikroorganisme lain yang bernama Klamidia dan Mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK pada laki-laki maupun perempuan, tetapi cenderung hanya di uretra dan sistem reproduksi. Berbeda dengan E coli, kedua bakteri itu dapat ditularkan secara seksual sehingga penanganannya harus bersamaan pada suami dan istri.
3.        Tanda dan gejala
Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah :
1.    Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih
2.    Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis
3.    Hematuria
4.    Nyeri punggung dapat terjadi
Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah :
1.    Demam
2.    Menggigil
3.    Nyeri panggul dan pinggang
4.    Nyeri ketika berkemih
5.    Malaise
6.    Pusing
7.    Mual dan muntah

4. Pencegahan
·         Minum air     
Minum air putih sebanyak delapan gelas sehari adalah cara pertama untuk mencegah infeksi saluran kemih. Sebab air membantu saluran kemih mengusir bakteri yang menyebabkan infeksi.
·         Cranberry
Jus cranberry sudah sering disebut sebagai minuman yang ampuh mengatasi infeksi saluran kemih. Selain minum jus cranberry satu gelas setiap hari, konsumsi suplemen cranberry juga menjadi pilihan lain yang lebih praktis.
·         Menahan pipis          
Jangan pernah menahan pipis jika memang kandung kemih sudah menampung banyak urine. Segera pergi ke kamar mandi demi mencegah timbulnya bakteri yang memicu iritasi dan infeksi.
·         Kebersihan
Jangan malas ganti celana dalam dan kenakan bawahan yang tidak terlalu ketat. Ketika selesai mencuci bagian intim setelah buang air, keringkan sebelum memakai kembali celana dalam dan bawahan. Kebersihan adalah tips utama untuk mencegah infeksi saluran kemih.
·         Mandi
Tips berikutnya untuk mencegah saluran kemih adalah rajin mandi dan membersihkan bagian intim. Cara ini dilakukan demi mengurangi jumlah bakteri jahat yang bersarang di sana
Daftar Pustaka
  1. Tessy A, Ardaya, Suwanto. Infeksi Saluran Kemih. In: Suyono HS. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 3rd edition. Jakarta, FKUI. 2001.
  2. Purnomo BB: Dasar-Dasar Urologi 2nd Edition . Jakarta, Sagung Seto. 2003
  3. Hooton TM, Scholes D, Hughes JP, Winter C, Robert PL, stapleton AE, Stergachis A, Stamm WE. A Prospective Study of Risk Factor for Symtomatic Urinary Tract Infection in Young Women. N Engl J Med 1996; 335: 468-474.
  4. Burke JP. Infection Control- A Problem for Patient Safety. N Engl J Med 2008; 348: 651-656.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar