Senin, 26 Mei 2014

Mengenal Kanker Hati



Nama : Ratna Sari Handayani
NPM   : 110100061

Apa itu Kanker Hati?
Hati adalah salah satu organ utama tubuh, dan sangat penting untuk hidup (oleh karenanya dalam bahasa inggris diberi nama "live-r". live = hidup, liver = hati).  Hati berperan dalam banyak proses tubuh, diantaranya memproduksi berbagai protein penting, memproses dan menyimpan nutrisi, menghancurkan toksin dan racun. Hati terbuat dari berbagai macam tipe sel tetapi dua sel utama hati adal ah sel hati (hepatosit) dan sel-sel lapisan saluran empedu (kolangiosit).
 Kanker merupakan pembelahan dan pertumbuhan sel secara abnormal yang tidak dapat dikontrol sehingga mengganggu fungsi organ tubuh yang terkena.Kanker juga disebut dengan neoplasma maligna.Neoplasma adalah masa yans dibentuk oleh sel-sel kanker,sedangkan maligna berarti ganas. Kanker hati merupakan salah satu bentuk gangguan pada hati, akibat pertumbuhan sel-sel hati yang tidak terkendali yang biasanya diawali oleh sirosis,dimana sirosis ini merupakan kondisi premaligna.


Usia Serangan ?
Kanker hati terutama dialami oleh kelompok usia lebih tua, dari 40-an hingga 50-an walaupun bisa juga dialami oleh individu lebih muda yang telah
terkena hepatitis-B atau C kronis sejak lahir atau pada mereka dengan kondisi bawaan tertentu.
Resiko dan Penyebab ?
Tiga faktor penyebab utama kanker hati adalah status sebagai pembawa hepatitis-B, infeksi hepatitis-C dan penyakit hati alkoholik. Penyebab lainnya yang lebih langka terjadi adalah racun (aflatoksin) dari jamur yang tumbuh dalam makanan yang diawetkan secara buruk (terutama biji-bijian), kondisi kongenital (kekurangan alfa-1 anti-tripsin), dan setiap penyebab pengerasan hati atau sirosis .
Gejala dan Tanda-tanda Kanker Hati ?
Sebagian besar pasien dengan kanker hati tidak memiliki gejala apapun.  Kanker ini sangat sering terdeteksi secara kebetulan sebagai hasil dari tes USG atau CT scan untuk masalah kesehatan yang tidak terkait lainnya. Pada beberapa pasien mungkin ada gejala samar berupa berat atau ketidaknyamanan di sisi kanan perut. Gejala nyeri dan penurunan nafsu makan atau berat badan biasanya muncul lebih lambat.
Tes Diagnostik ?
Tes darah sederhana untuk alphafetoprotein (AFP) dapat membantu mendeteksi kanker hati. Tingkat di bawah 10 adalah normal. Pada 30% pasien dengan kanker hati, AFP bisa dalam batas normal. Penyebab lain naiknya AFP termasuk usia dini, kerusakan hati akibat hepatitis, atau tumor testis.
Pengobatan Kanker Hati ?
Pembedahan adalah pengobatan kanker hati yang paling banyak dipilih. Semua metode lain tidak seefektif operasi dalam mengobati kanker hati. Namun, karena kanker hati sering dikaitkan dengan kerusakan hati (sirosis) di bagian lain hati yang disebabkan oleh alkohol atau hepatitis, operasi untuk kanker hati sulit atau tidak dimungkinkan pada sebagian besar pasien.
Prognosis Kanker Hati
Kanker hati merupakan kanker kedua paling fatal. Jika tidak diobati, sebagian besar pasien tidak dapat bertahan hidup lebih dari 6 bulan. Pembedahan merupakan satu-satunya metode yang memungkinkan untuk kelangsungan hidup di atas 5 tahun. Dengan bedah kuratif, kemungkinan pasien bisa hidup lebih dari 5 tahun diatas 40%.
Pencegahan ?
Anggota keluarga pasien hepatitis-B disarankan untuk memeriksa status hepatitis B mereka. Jika mereka tidak terjangkit dan tanpa perlindungan, mereka sebaiknya diimunisasi melawan hepatitis B. Anak-anak saat ini disarankan untuk diimunisasi hepatitis-B segera setelah lahir sebagai bagian dari program nasional pencegahan hepatitis-B. Saat ini belum ada imunisasi untuk hepatitis C.
Karena hepatitis-B dan C dapat menyebar melalui cairan tubuh, penyakit ini dihubungkan dengan promiskuitas seksual dan mitra seksual lebih dari satu, terutama dengan seks tanpa proteksi atau dengan pekerja seks. Penyalahgunaan obat intravena dengan menggunakan jarum suntik terkontaminasi merupakan faktor resiko tinggi untuk penularan hepatitis B dan C.
Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan sirosis hati dan ini secara dramatis meningkatkan resiko kanker hati.  Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak minum alkohol berlebihan.
Daftar Pustaka
·         Corwin.Elizabeth.J.1997.Buku Saku Patofisiologi.Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
·         Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).2010.Penuntun Konseling Gizi.Abadi Publishing & Printing : Jakarta.
·         Soegih.Rahmat.Gizi Klinik Patafisiologi dan Aplikasi.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar