Nama : Ratna Sari Handayani
NPM :
110100061
Apa itu Kanker Hati?
Hati adalah
salah satu organ utama tubuh, dan sangat penting untuk hidup (oleh karenanya
dalam bahasa inggris diberi nama "live-r". live = hidup, liver =
hati). Hati berperan dalam banyak proses tubuh, diantaranya
memproduksi berbagai protein penting, memproses dan menyimpan nutrisi,
menghancurkan toksin dan racun. Hati terbuat dari berbagai macam tipe sel
tetapi dua sel utama hati adal ah sel hati (hepatosit) dan sel-sel lapisan saluran
empedu (kolangiosit).
Kanker merupakan pembelahan dan pertumbuhan sel
secara abnormal yang tidak dapat dikontrol sehingga mengganggu fungsi organ
tubuh yang terkena.Kanker juga disebut dengan neoplasma maligna.Neoplasma
adalah masa yans dibentuk oleh sel-sel kanker,sedangkan maligna berarti ganas. Kanker
hati merupakan salah satu bentuk gangguan pada hati, akibat pertumbuhan sel-sel
hati yang tidak terkendali yang biasanya diawali oleh sirosis,dimana sirosis
ini merupakan kondisi premaligna.
Usia
Serangan ?
Kanker hati
terutama dialami oleh kelompok usia lebih tua, dari 40-an hingga 50-an
walaupun bisa juga dialami oleh individu lebih muda yang telah
terkena
hepatitis-B atau C kronis sejak lahir atau pada mereka dengan kondisi bawaan
tertentu.
Resiko dan Penyebab ?
Tiga faktor
penyebab utama kanker hati adalah status sebagai pembawa
hepatitis-B, infeksi hepatitis-C dan penyakit hati alkoholik.
Penyebab lainnya yang lebih langka terjadi adalah racun (aflatoksin)
dari jamur yang tumbuh dalam makanan yang diawetkan secara buruk (terutama
biji-bijian), kondisi kongenital (kekurangan alfa-1 anti-tripsin), dan setiap
penyebab pengerasan hati atau sirosis .
Gejala dan Tanda-tanda Kanker Hati ?
Sebagian
besar pasien dengan kanker hati tidak memiliki gejala apapun. Kanker
ini sangat sering terdeteksi secara kebetulan sebagai hasil dari tes USG
atau CT scan untuk masalah kesehatan yang tidak terkait lainnya. Pada beberapa
pasien mungkin ada gejala samar berupa berat atau ketidaknyamanan di sisi kanan
perut. Gejala nyeri dan penurunan nafsu makan atau berat badan biasanya
muncul lebih lambat.
Tes Diagnostik ?
Tes darah
sederhana untuk alphafetoprotein (AFP) dapat membantu mendeteksi kanker hati.
Tingkat di bawah 10 adalah normal. Pada 30% pasien dengan kanker hati, AFP bisa
dalam batas normal. Penyebab lain naiknya AFP termasuk usia dini, kerusakan
hati akibat hepatitis, atau tumor testis.
Pengobatan Kanker Hati ?
Pembedahan
adalah pengobatan kanker hati yang paling banyak dipilih. Semua
metode lain tidak seefektif operasi dalam mengobati kanker hati. Namun, karena
kanker hati sering dikaitkan dengan kerusakan hati (sirosis) di bagian lain
hati yang disebabkan oleh alkohol atau hepatitis, operasi untuk kanker
hati sulit atau tidak dimungkinkan pada sebagian besar pasien.
Prognosis Kanker Hati
Kanker hati
merupakan kanker kedua paling fatal. Jika tidak diobati, sebagian besar pasien
tidak dapat bertahan hidup lebih dari 6 bulan. Pembedahan merupakan
satu-satunya metode yang memungkinkan untuk kelangsungan hidup di atas 5 tahun.
Dengan bedah kuratif, kemungkinan pasien bisa hidup lebih
dari 5 tahun diatas 40%.
Pencegahan
?
Anggota
keluarga pasien hepatitis-B disarankan untuk memeriksa status hepatitis B
mereka. Jika mereka tidak terjangkit dan tanpa perlindungan, mereka
sebaiknya diimunisasi melawan hepatitis B. Anak-anak saat ini disarankan
untuk diimunisasi hepatitis-B segera setelah lahir sebagai bagian dari
program nasional pencegahan hepatitis-B. Saat ini belum ada imunisasi
untuk hepatitis C.
Karena hepatitis-B
dan C dapat menyebar melalui cairan tubuh, penyakit ini dihubungkan dengan
promiskuitas seksual dan mitra seksual lebih dari satu, terutama dengan seks
tanpa proteksi atau dengan pekerja seks. Penyalahgunaan obat intravena dengan
menggunakan jarum suntik terkontaminasi merupakan faktor resiko tinggi untuk
penularan hepatitis B dan C.
Penyalahgunaan
alkohol dapat menyebabkan sirosis hati dan ini secara dramatis meningkatkan
resiko kanker hati. Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak minum
alkohol berlebihan.
Daftar
Pustaka
·
Corwin.Elizabeth.J.1997.Buku Saku
Patofisiologi.Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
·
Persatuan Ahli Gizi Indonesia
(PERSAGI).2010.Penuntun Konseling Gizi.Abadi Publishing & Printing :
Jakarta.
·
Soegih.Rahmat.Gizi Klinik
Patafisiologi dan Aplikasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar