Jumat, 23 Mei 2014

KUSTA


Disusun oleh : Syafriadi
A.      Pengertian
Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

B.       Penyebab
Penyebab penyakit kusta disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium Leprae. Bakteri kusta ini pertama kali diperkenalkan oleh G. A. Hansen di tahun 1873. Bakteri kusta ini mengalami proses perkembang biakan dalam waktu sekitar 2-3 minggu, pertahanan bakteri ini dalam tubuh manusia mampu bertahan hingga 9 hari di luar tubuh manusia.
Bakteri kusta ini mampu bertahan dalam masa inkubasi sekitar 2-5 tahun bahkan lebih dari 5 tahun. Kusta merupakan penyakit kulit yang menular, mereka yang terkena penyakit kusta akan merasa minder dan tidak percaya diri, orang-orang disekeliling penderita kusta cenderung menjauhkan diri karena takut tertular penyakit kusta. Penyakit kusta bisa diobati yang hanya bersifat untuk menekan perkembang biakan bakteri kusta agar tidak menyebar ke bagian kulit lainnya.
Padahal penyakit kusta terbilang agak sulit untuk ditularkan dibandingkan dengan penyakit kusta sejenisnya seperti lepra yang disebabkan oleh bakteri yang sama. Namun jenis penyakit lepra yang mudah menular adalah leprematosa.

C.      10 fakta tentang kusta
Berikut ini 10 fakta tentang kusta yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip dari Health India.
1. India, negara penderita kusta terbanyak di dunia
Di dunia ini ada 58 persen penderita kusta. Jumlah pasien perempuan lebih mendominasi daripada pasien laki-laki. Dan, ada sekitar 13 ribu anak India menderita kusta.
2. Kusta merupakan salah satu penyakit tertua di dunia
Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 sebelum Masehi. Kusta menjadi penyakit yang memunculkan stigma paling buruk di masyarakat.
3. Kusta disebabkan oleh bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri berbentuk batang yang dikenal sebagai Mycobacterium leprae. Gejala yang paling umum adalah terjadinya bercak pucat pada kulit tanpa sensitivitas.
4. Tidak mudah menular
Kusta diyakini ditularkan melalui tetesan dari hidung dan mulut. Tidak seperti penyakit lain yang mudah menyebar, kusta akan menular jika terjadi kontak yang berulang dalam jangka waktu yang lama dengan pasien yang terinfeksi. Kusta akan menyebar jika orang yang terinfeksi tidak segera minum obat. Namun jika ia langsung mendapat pengobatan, jumlah bakteri kusta akan langsung berkurang secara signifikan.
5. Sebagian besar orang kebal terhadap bakteri kusta
Menurut penelitian, sekitar 95 persen manusia sebenarnya kebal terhadap bakteri ini. Hanya saja, kadang deteksi dini cenderung terlambat, sehingga kusta cepat menyebar.
6. Gejala yang unik untuk setiap jenis kusta
Gejala penyakit kusta yang paling umum adalah adanya bercak di kulit, baik yang sensitif terhadap sentuhan maupun tidak. Tanda klasik ialah becak tak berambut atau berkeringan dan tidak akan merasakan apa pun, termasuk panas atau dingin. Menurut WHO, kondisi ini diklasifikasikan menjadi paucibacillary--jika tidak ada bakteri yang terdeteksi di bercak kulit dan multibasiler. Ada lebih dari lima bercak yang positif berbakteri.
7. Kusta mudah dideteksi
Diagnosis kusta cukup sederhana. Dokter akan dengan mudah mengetahuinya tanpa harus menjalankan serangkaian tes. Menurut WHO, jika seseorang mengunjungi dokter di daerah endemik dengan gejala klasik kusta, ia harus dianggap sebagai penderita penyakit tersebut. Jika memang diperlukan, barulah dokter akan mengambil sampel kulit untuk diuji. Namun ini jarang terjadi.

8. Kusta dapat disembuhkan dan pengobatannya gratis
Kusta dapat disembuhkan dengan multidrug therapy (MDT). WHO sudah menggratiskan obat ini. MDT adalah kombinasi dari tiga obat, yaitu clofazimine, rifampisin, dan dapson. Terapi obat ini setidaknya berlangsung selama 6-24 bulan.
9. Kusta yang tidak diobati dapat menyebabkan cacat parah
Jika dibiarkan tidak diobati, kusta dapat menyebabkan jari tangan dan kaki rusak. Jari-jari akan menekuk ke dalam. Kusta juga akan memengaruhi kondisi mata, sehingga sulit bagi pasien untuk berkedip, dan bakhan bisa menyebabkan kebutaan. Penyakit yang juga dikenal dengan nama hansen ini juga dapat menyebabkan borok permanen. Infeksi sering terjadi di bagian tangan dan kaki yang terluka. Penderita kusta juga akan mengabaikan memar dan luka bakar karena orang tersebut tidak merasakan sakit.
10. Diagnosis dini adalah kunci untuk menghindari cacat
Diagnosis dini dan pengobatan dengan MDT akan mencegah cacat permanen, dengan menyembuhkan penyakit sebelum menyebabkan cacat. Intinya, semakin cepat terdeteksi, penyakit ini akan segera hilang.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.tempo.co/read/news/2014/01/28/060548992/10-Fakta-tentang-Kusta
http://obattradisionalkusta151moet.wordpress.com/
http://penyakitkusta.com/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar