Rabu, 14 Mei 2014

Gonore


NAMA            :RENI  OKTAVI  AGRESTIAN
NPM               :110100063

A.     Definisi
GONORE adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.

1.      Gejala

Gejala infeksi gonore mungkin muncul 1 sampai 14 hari setelah terpapar, meskipun ada kemungkinan untuk terinfeksi gonore tapi tidak memiliki gejala. Pria jauh lebih mungkin untuk memperhatikan gejala karena lebih jelas. Diperkirakan hampir setengah wanita yang terinfeksi gonore tidak merasakan gejala, atau memiliki gejala non-spesifik seperti infeksi kandung kemih. Gejala gonore yang umum adalah:
·         Pada wanita, muncul cairan vagina yang banyak dengan warna kuning atau kehijauan dengan bau yang menyengat. Pada pria, cairan putih atau kuning keluar dari penis.
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Iritasi dan / atau cairan yang keluar dari anus.
2.      Pencegahan
Untuk mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan. Selain itu, juga menyarankan para wanita tuna susila agar selalu memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga jika terkena infeksi dapat segera diobati dengan benar.
3.      Pengobatan
Pada pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas, harga, dan sesedikit mungkin efek toksiknya. Jalur penatalaksanaan tergantung pada fasilitas diagnostik yang ada. Pemilihan rejimen pengobatan sebaiknya mempertimbangkan pula tempat efeksi, resistensi galur N. gonorrhoeas terhadap antimikrobial, dan kemungkinan infeksi Chlamydia traehomatis yang terjadi bersamaan. Oleh karena seringkali terjadi koinfeksi dengan C. Trachomatis, maka pada seorang dengan gonore dianjurkan pula untuk diberi pengobatan secara bersamaan dengan rejimen yang sesuai untuk C. Trachomatis.

4.      Diagnosis

Untuk mendiagnosis gonore, pemeriksaan daerah genital akan dilakukan oleh dokter atau perawat dengan pengambilann sampel menggunakan kapas atau spons, dari setiap daerah yang terinfeksi: leher rahim, uretra, anus atau tenggorokan. Perempuan juga akan diberikan pemeriksaan panggul internal, mirip dengan tes Pap smear. Sampel urin juga dapat ikut diambil. Sampel kemudian akan dikirimkan ke laboratorium untuk dicari apakah ada bakteri Neisseria gonorrheae. 

5.      Cara Penularan

Gonore ditularkan melalui seks penetratif, termasuk seks vaginal, anal dan oral. Seks oral bisa menularkan gonore dari alat kelamin ke tenggorokan dari orang yang memberikan stimulasi, atau bisa dari tenggorokan ke alat kelamin dari orang yang menerima stimulasi. Kurang sering,
 gonore dapat ditularkan melalui:
  • penggunakan mulut dan lidah untuk menjilat atau mengisap anus orang lain;
  • penempatan jari ke dalam anus, vagina atau mulut orang yang terinfeksi gonore, kemudian menyentuh mulut, alat kelamin atau anus sendiri tanpa mencuci tangan.

6.      Prognosis

Gonore dapat menyebabkan penyakit radang panggul, peradangan pada tuba falopi yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) atau kelahiran prematur. Pada pria, gonore dapat menyebabkan peradangan menyakitkan testis dan kelenjar prostat, berpotensi menyebabkan epididimitus, yang dapat menyebabkan infertilitas. Tanpa pengobatan, penyempitan uretra atau abses dapat berkembang. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan masalah kencing sementara. Gonore tidak kambuh telah berhasil diobati tidak kecuali pasien mendapatkan infeksi baru.

7.      Efek Kehamilan

Jika seorang wanita hamil dan memiliki gonore, infeksi dapat ditularkan kepada anaknya saat melahirkan. Bayi bisa lahir dengan infeksi mata gonokokal, yang harus diobati dengan antibiotik karena dapat menyebabkan kebutaan. Lebih baik bagi wanita untuk mendapatkan perawatan sebelum melahirkan.

DAFTAR PUSTAKA
href='http://ads.planet49.com/www/delivery/ck.php?n=a1e8c0b8&amp;cb=844978' target='_blank'><img src='http://ads.planet49.com/www/delivery/avw.php?zoneid=2430&amp;cb=844978&amp;n=a1e8c0b8&amp;ct0=http://a.admaxserver.com/clk/AHxw.5m
@ MajalahKesehatan.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar