NAMA :RENI OKTAVI AGRESTIAN
NPM :110100063
A.
Definisi
GONORE adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim,
rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa
menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan
persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi
selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.
1. Gejala
Gejala
infeksi gonore mungkin muncul 1 sampai 14 hari setelah terpapar, meskipun ada
kemungkinan untuk terinfeksi gonore tapi tidak memiliki gejala. Pria jauh lebih
mungkin untuk memperhatikan gejala karena lebih jelas. Diperkirakan hampir
setengah wanita yang terinfeksi gonore tidak merasakan gejala, atau memiliki
gejala non-spesifik seperti infeksi kandung kemih. Gejala gonore yang umum
adalah:
·
Pada wanita, muncul cairan vagina yang
banyak dengan warna kuning atau kehijauan dengan bau yang menyengat. Pada pria,
cairan putih atau kuning keluar dari penis.
- Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
- Iritasi dan / atau cairan yang keluar dari anus.
2.
Pencegahan
Untuk
mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual.
Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik
selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali,
karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan
seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah
penularan. Selain itu, juga menyarankan para wanita tuna susila agar selalu
memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga jika terkena infeksi dapat segera
diobati dengan benar.
3.
Pengobatan
Pada
pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas, harga, dan sesedikit
mungkin efek toksiknya. Jalur penatalaksanaan tergantung pada fasilitas
diagnostik yang ada. Pemilihan rejimen pengobatan sebaiknya mempertimbangkan
pula tempat efeksi, resistensi galur N. gonorrhoeas terhadap antimikrobial, dan
kemungkinan infeksi Chlamydia traehomatis yang terjadi bersamaan. Oleh karena
seringkali terjadi koinfeksi dengan C. Trachomatis, maka pada seorang dengan
gonore dianjurkan pula untuk diberi pengobatan secara bersamaan dengan rejimen
yang sesuai untuk C. Trachomatis.
4. Diagnosis
Untuk
mendiagnosis gonore, pemeriksaan daerah genital akan dilakukan oleh dokter atau
perawat dengan pengambilann sampel menggunakan kapas atau spons, dari setiap
daerah yang terinfeksi: leher rahim, uretra, anus atau tenggorokan. Perempuan
juga akan diberikan pemeriksaan panggul internal, mirip dengan tes Pap
smear. Sampel urin juga dapat ikut diambil. Sampel kemudian akan
dikirimkan ke laboratorium untuk dicari apakah ada bakteri Neisseria
gonorrheae.
5. Cara Penularan
Gonore
ditularkan melalui seks penetratif, termasuk seks vaginal, anal
dan oral. Seks oral bisa menularkan gonore dari alat kelamin ke
tenggorokan dari orang yang memberikan stimulasi, atau bisa dari tenggorokan ke
alat kelamin dari orang yang menerima stimulasi. Kurang sering,
gonore dapat ditularkan melalui:
- penggunakan mulut dan lidah untuk menjilat atau mengisap anus orang lain;
- penempatan jari ke dalam anus, vagina atau mulut orang yang terinfeksi gonore, kemudian menyentuh mulut, alat kelamin atau anus sendiri tanpa mencuci tangan.
6. Prognosis
Gonore
dapat menyebabkan penyakit radang panggul, peradangan pada tuba falopi yang
meningkatkan risiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) atau kelahiran
prematur. Pada pria, gonore dapat menyebabkan peradangan menyakitkan testis dan
kelenjar prostat, berpotensi menyebabkan epididimitus, yang dapat menyebabkan
infertilitas. Tanpa pengobatan, penyempitan uretra atau abses dapat berkembang.
Hal ini menyebabkan rasa sakit dan masalah kencing sementara. Gonore tidak
kambuh telah berhasil diobati tidak kecuali pasien mendapatkan infeksi baru.
7. Efek Kehamilan
Jika
seorang wanita hamil dan memiliki gonore, infeksi dapat ditularkan kepada
anaknya saat melahirkan. Bayi bisa lahir dengan infeksi mata gonokokal, yang
harus diobati dengan antibiotik karena dapat menyebabkan kebutaan. Lebih baik
bagi wanita untuk mendapatkan perawatan sebelum melahirkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar