NAMA : EVI JAYANTI
NPM :110100027
KELAS :REGULER A
Pengertian:
Wabah demam berdarah
yang menarik perhatian dunia pertama kali muncul di Manila pada tahun 1954.
Sebagian besar kasus demam berdarah terjadi di negara yang terletak pada daerah
tropis dan subtropis. Hal ini tidak mengherankan karena nyamuk suka dengan lingkungan
yang hangat untuk hidup.Nyamuk Aedes aegypti merupakan pembawa virus dari
penyakit Demam Berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit
seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa
dalam kelenjar ludah si nyamuk. Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat.
Bersamaan dengan terhisapnya darah dari orang yang sehat, virus demam berdarah
juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi
virus demam berdarah.
Gejala Demam Berdarah
Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya
menunjukkan gejala-gejala berikut:
- Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 - 40 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan sakit kepala pada penderita.
- Demam tanpa disertai batuk-batuk.
- Sakit perut atau mual.
- Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
- Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.
Jika ada anggota keluarga Anda
menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk
mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat
mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat
melakukan cek darah.
Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)
Ada 4 tipe dari penyakit Demam
Berdarah. Jadi, seseorang yang sudah pernah terkena penyakit
demam berdarah, tidak berarti dia tidak akan terkena penyakit ini lagi karena
ada tipe lainnya yang dapat menyebabkan DBD juga. Saat terkena DBD, seseorang
akan mengalami 3 fase. Yang pertama adalah fase demam selama 3 hari pertama.
Berlanjut pada 3 hari selanjutnya yang merupakan fase kritis. Pada fase ini,
demam sudah tidak terjadi, tetapi di fase inilah harus waspada agar tidak
terkecoh dengan menganggap sudah sembuh dan tidak diberi pengobatan. Tiga hari
selanjutnya adalah fase penyembuhan.Salah satu bahaya dari demam berdarah
adalah menganggap demam yang dialami sebagai demam biasa sehingga dianggap
ringan dan tidak mendapat perawatan khusus. Apalagi, pada fase kedua, biasanya
demam sudah turun sehingga dianggap sudah sembuh.
Pencegahan DBD
Hal yang terbaik adalah mencegah agar tidak ada
anggota keluarga yang terkena DBD.
Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu:
·
Mencegah perkembangbiakan nyamuk ada
di sekitar kita. Anda dapat melakukan gerakan 3M yaitu Menutup tempat penyimpanan
air, Menguras bak mandi dan Mengubur barang-barang yang tidak terpakai. Larva
nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu,
perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva
ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang
menampung genangan air, khususnya pada musim penghujan dimana tempat-tempat
tersebut dapat menjadi genangan dari air hujan yang turun.
- Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk.
- Mennggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
- Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.
DAFTAR
PUSTAKA
Agoes R. 2009. Pemberantasan Antropoda dan Pengendalian
Vektor. Hal : 353-9. Dalam Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ
Tubuh yang Diserang. Egc. Jakarta
Alam MA, DKK. 2009. Insecticidal Activity of root Bark of
Calotropis gigantea L. Againsy Triboliumcastaneumlinn. IJRAP 1 (1) : 120-5
WHO. 2011. Situasion of Dengue Haemmorrhagic fever in the South
East Asia Region www.searo.who.int/em/section10/Section
332_1103. html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar