Rabu, 14 Mei 2014

PERTUSIS

disusun oleh : Melinda Yulite
kelas Reguler B

PENGERTIAN PERTUSIS
Pertusis atau yang lebih dikenal orang awam  sebagai “batuk rejan” atau “batuk 100 hari” merupakan salah satu penyakit menular saluran pernapasan yang sudah diketahui adanya sejak tahun 1500-an. Penyebab tersering dari pertusis adalah kuman gram (-) Bordetella pertussis
Pertusis dapat dimaknai sebagai batuk hebat, batuk intensif, atau batuk yang amat berat. Mengenal batuk pertusis itu mudah saja, asalkan itu berupa penyakit infeksi, menyerang saluran pernapasan, bersifat akut, serta mudah menular, tandanya adalah berupa batuk yang begitu hebat, terkadang disertai dengan nada yang tinggi, maka kita boleh saja curiga bahwa itu batuk pertusis.
CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PERTUSIS
Mengenal batuk pertusis itu juga dapat diketahui dari karakteristik batuknya. Batuk pertusis itu bersifat: Batuk Spasmodik yaitu sebentar-sebentar batuk, disertai dengan perasaan resah, gelisah, dan tidak tenang. Batuk Paroxysmal (paroksismal) yaitu serangan batuk yang sifatnya mendadak, berulang-ulang, dan bersifat intensif.
PENYEBAB PERTUSIS
Pertusis umumya dikenal sebagai batuk rejan , yaitu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh jenis bakteri yang disebut Bordetella Pertusis. Bakteri ini menempel pada silia (kecil, mirip rambut) dari sistem pernafasan bagian atas, bakteri ini melepaskan racun bakteri yang merusak dan menyebabkan peradangan silia saluran nafas.
CARA PENULARAN  PERTUSIS
Penyakit ini dapat ditularkan penderita kepada orang lain melalui percikan-percikan ludah penderita pada saat batuk dan bersin. Dapat pula melalui sapu tangan, handuk dan alat-alat makan yang dicemari kuman-kuman penyakit tersebut. Tanpa dilakukan perawatan, orang yang menderita pertusis dapat menularkannya kepada orang lain selama sampai 3 minggu setelah batuk dimulai.
GEJALA DAN TANDA PERTUSIS
Gejala awal mirip denga flu biasa, biasanya berkembang sekitar satu minggu setelah terpapar bakteri. Episode yang parah mulainya batuk sekitar 10 hari sampai 12 hari kemudian. Pada anak-anak batuk sering berakhir dengan suara ‘ teriakan’’.
Batuk ini dapat menyebabkan muntah atau kehilangan kesadaran yang singkat, dan pada bayi biasanya pada saat batuk terjadinya sedak sehingga bayi muntah. Gejala pertusis lain meliputi hidung ingusan (meler), sedikit demam, diare dan lain-lain.
PENCEGAHAN PERTUSIS
Pencegahan yang dilakukan secara aktif dan secarapasif:
a.    Secara aktif
1.    Dengan pemberian imunisasi DTP dasar diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan(DTP tidak boleh dibrikan sebelum umur 6 minggu)dengan jarak 4-8 minggu. DTP-1 deberikan pada umur 2 bulan,DTP-2 pada umur 4 bulan dan DTp-3 pada umur 6 bulan. Ulangan DTP selanjutnya diberikan 1 tahun setelah DTP-3 yaitu pada umur 18-24 bulan,DTP-5 pada saat masuk sekolah umur 5 tahun. Pada umur 5 tahun harus diberikan penguat ulangan DTP. Untuk meningkatkan cakupan imunisasi ulangan,vaksinasi DTP diberika pada awal sekolah dasar dalam program bulan imunisasi anak sekolah(BIAS).
Beberapa penelitian menyatakan bahwa vaksinasi pertusis sudah dapat diberikan pada umur 1 bulan dengan hasil yang baik sedangkan waktu epidemi dapat diberikan lebih awal lagi pada umur 2-4 minggu.
Kontra indikasi pemberian vaksin pertusis :
1.    Panas yang lebih dari 38 derajat celcius
2.    Riwayat kejang
3.    Reaksi berlebihan setelah imunisasi DTP sebelumnya, misalnya suhu tinggi dengan kejang, penurunan kesadaran, syok atau reaksi anafilaktik lainnya.
b.    Secara pasif
Secara pasif pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan kemopropilaksis. Ternyata eritromisin dapat mencegah terjadinya pertussis untuk sementara waktu.
PENGOBATAN PERTUSIS
Penderita dengan batuk pertusis disarankan untuk melakukan pemeriksaan penunjang, misalnya: hitung jenis sel, leukosit, pemeriksaan imunoglobulin G (IgG) terhadap toksin pertusis, dan melakukan foto rontgen dada (foto toraks). Dokter dapat mengenal batuk pertusis dan kemudian menegakkan diagnosis ini bila telah menemukan organisme Bordetella pertussis pada sediaan apus nasofaring posterior, dengan bahan media Bordet-Gengou.
DAFTAR PUSTAKA
Garna, Harry. Pertusis. Azhali M.S, dkk : Ilmu Kesehatan Anak Penyakit Infeksi Tropik. Bandung, Indonesia. FK Unpad, 1993. h: 80-86.
Long, Sarah S. Pertussis. Nelson : Textbook of Pediatrics. USA. WB Saunders, 2004. 17th edition. Chapter 180. h: 908-912,1079.
Behram, klieman & Nelson. 2000. ”Ilmu kesehatan anak”. Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita selekta Kedokteran jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius
Wilson,Hockenberry.” Wong’s, nursing care of infants and children jilid 2”.Canada: Evolve

Tidak ada komentar:

Posting Komentar