Nama : Rama jayanti
Npm : 110100060
\Fakultas :Ilmu kesehatan masyarakat
A. Pengertian
Gastritis
adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan
kerusakan erosi. Erosif karena perlukaan hanya pada bagian mukosa. bentuk
berat dari gastritis ini adalah gastritis erosive atau gastritis hemoragik.
Perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajad dan terjadi erosi yang berarti
hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat.
B.
Epidemiologi / Insiden Kasus
Gastritis
merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik Penyakit
Dalam ( PD jilid II Edisi 3)
Gastritis
akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh
sendiri (Patofisiologi Sylvia & Wilson) dan ± 80 – 90% yang dirawat di ICU
menderita gastritis akut.
C.
Penyebab / Faktor Predisposisi
1. Gastritis
akut
ü Dapat
terjadi tanpa diketahui
ü Gastritis
erosive merupakan salah satu gastritis akut yang disebabkan oleh:
Ø Trauma yang
luas, luka bakar luas, septicemia
Ø Operasi besar, gagal ginjal, gagal
nafas, penyakit hati berat, renjatan, trauma kepala.
Ø Obat-obatan
seperti aspirin, obat antiinflamasi, nonsteroid, kafein, alcohol, lada, cuka.
2.
Gastritis kronik
ü Aspek
imunologis
Dapat
dilihat dari ditemukannya autoantibody terhadap factor intrinsik lambung dan
sel partial pada pasien dengan anemia pernisiosa. Kasus ini jarang ditemukan.
ü Aspek
bakteriologi
Salah satu
bakteri penyebab gastritis adalah “ Helicobacter pylori” dan sering
dijumpai berbentuk gastritis kronis aktif autrum.
ü Faktor lain
yang juga dapat menyebabkan gastritis kronis adalah refluk kronik cairan
pankreatobilier, asam empedu dan lisosetin, alcohol berlebih, teh panas dan
merokok.
D. Etiologi
1. Obat analgetik
anti inflamasi, terutama aspirin.
2. Bahan-bahan
kimia
3. Merokok
4. Alkohol
5. Stres fisik
yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernafasan,
gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat.
6. Refluks usus ke
lambung.
7. Endotoksin.
Penyebab atau etiologi gastritis ini akan dijelaskan menurut jenis
gastritis (Akut-Kronis).
E.
Evaluasi
Diagnostik
1. Tipe A
berkaitan dengan tidak adanya atau rendahnya kadar asam hidroklorida
2. Tipe B
berkaitan dengan hiperklorida
3. Gastroskopi,
gastrointestinal bagian atas, serangkaian pemeriksaan sinar-x, dan pemeriksaan
histologis. Pada pemeriksaan Endoskopi di dapatkan adanya gambaran lesi mukosa
akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan tepi rata.
F.
Pengobatan
Pengobatan lebih ditujukan pada
pencegahan terhadap setiap apsien yang beresiko tinggi, hal yang dapat
dilakukan adalah ;
1. Mengatasi
kedaruratan medis yang terjadi.
2. Mengatasi atau
menghindari penyebab apabila dapat dijumpai.
3. Pemberian
obat-obat H+ blocking, antasid atau obat-obat ulkus lambung yang
lain
G. Therapy / Tindakan
Penanganan
a.
Gastritis akut
Factor utamanya
adalah dengan menghilangkan etiologinya. Diet lambung dengan porsi kecil dan
sering. Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung, berupa
antagonis reseptor H2 , inhibitor pompa proton, antikolinergik dan antacid.
Juga ditujukan sebagai sitoprotektor, berupa sukralfat dan prostaglandin.
b.
Gastritis kronis
Pengobatannya
bervariasi tergantung pada penyebab yang dicurigai
ü Pemberian
vitamin B12 dengan cara parenteral pada kasus anemia pernisiosa
ü Eradikasi Helicobacter
pylori pada gastritis tipe B dengan pemberian kombinasi penghambat pompa
proton dan antibiotic ( tetrasiklin, metronidasol, kolitromisin, amoxicillin).
DAFTAR PUSTAKA
1.
Smeltzer & Bare (2002). Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta: EGC
2.
Doengoes. (2000). Rencana Asuhan Keperawaan,
Jakarta: EGC
3.
Brunner and Suddart. 2002. Keperawatan
Medikal Bedah. Edisi 8 Vol. 2. Jakarta EGC.
4.
Block, Joycer M and Esther
Matassarin. 1993.Medical Surgical Nursing. A Psychophy
siologic Approach, Fourt Edition Book 2.
Philladelpia : WB Sounders Company.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar