Rabu, 14 Mei 2014

Gastritis

Nama               : Rama jayanti                        
Npm                : 110100060
\Fakultas           :Ilmu kesehatan masyarakat
                                           
A.   Pengertian
Gastritis adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan erosi. Erosif  karena perlukaan hanya pada bagian mukosa. bentuk berat dari gastritis ini adalah gastritis erosive atau gastritis hemoragik. Perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajad dan terjadi erosi yang berarti hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat.

B.   Epidemiologi / Insiden Kasus
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik Penyakit Dalam ( PD jilid II Edisi 3)
Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh sendiri (Patofisiologi Sylvia & Wilson) dan ± 80 – 90% yang dirawat di ICU menderita gastritis akut.

C.   Penyebab / Faktor Predisposisi
1.    Gastritis akut
ü Dapat terjadi tanpa diketahui
ü Gastritis erosive merupakan salah satu gastritis akut yang disebabkan oleh:
Ø Trauma yang luas, luka bakar luas, septicemia
Ø  Operasi besar, gagal ginjal, gagal nafas, penyakit hati berat, renjatan, trauma kepala.
Ø Obat-obatan seperti aspirin, obat antiinflamasi, nonsteroid, kafein, alcohol, lada, cuka.
2.      Gastritis kronik
ü Aspek imunologis
Dapat dilihat dari ditemukannya autoantibody terhadap factor intrinsik lambung dan sel partial pada pasien dengan anemia pernisiosa. Kasus ini jarang ditemukan.
ü Aspek bakteriologi
Salah satu bakteri penyebab gastritis adalah “ Helicobacter pylori” dan sering dijumpai berbentuk gastritis kronis aktif autrum.
ü Faktor lain yang juga dapat menyebabkan gastritis kronis adalah refluk kronik cairan pankreatobilier, asam empedu dan lisosetin, alcohol berlebih, teh panas dan merokok.
D.   Etiologi   
1.    Obat analgetik anti inflamasi, terutama aspirin.
2.    Bahan-bahan kimia
3.    Merokok
4.    Alkohol
5.    Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernafasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat.
6.    Refluks usus ke lambung.
7.    Endotoksin.
Penyebab atau etiologi gastritis ini akan dijelaskan menurut jenis gastritis   (Akut-Kronis).
E. Evaluasi Diagnostik
1.    Tipe A berkaitan dengan tidak adanya atau rendahnya kadar asam hidroklorida
2.    Tipe B berkaitan dengan hiperklorida
3.    Gastroskopi, gastrointestinal bagian atas, serangkaian pemeriksaan sinar-x, dan pemeriksaan histologis. Pada pemeriksaan Endoskopi di dapatkan adanya gambaran lesi mukosa akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan tepi rata.

F.  Pengobatan
Pengobatan lebih ditujukan pada pencegahan terhadap setiap apsien yang beresiko tinggi, hal yang dapat dilakukan adalah ;
1.      Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi.
2.      Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dapat dijumpai.
3.      Pemberian obat-obat H+ blocking, antasid atau obat-obat ulkus lambung yang lain
G. Therapy / Tindakan Penanganan
a.       Gastritis akut
Factor utamanya adalah dengan menghilangkan etiologinya. Diet lambung dengan porsi kecil dan sering. Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung, berupa antagonis reseptor H2 , inhibitor pompa proton, antikolinergik dan antacid. Juga ditujukan sebagai sitoprotektor, berupa sukralfat dan prostaglandin.
b.      Gastritis kronis
Pengobatannya bervariasi tergantung pada penyebab yang dicurigai
ü  Pemberian vitamin B12 dengan cara parenteral pada kasus anemia pernisiosa
ü  Eradikasi Helicobacter pylori pada gastritis tipe B dengan pemberian kombinasi penghambat pompa proton dan antibiotic ( tetrasiklin, metronidasol, kolitromisin, amoxicillin).

DAFTAR PUSTAKA

1.      Smeltzer & Bare (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC
2.      Doengoes. (2000). Rencana Asuhan Keperawaan, Jakarta: EGC
3.      Brunner and Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol. 2. Jakarta EGC.
4.      Block, Joycer M and Esther Matassarin. 1993.Medical Surgical Nursing.   A Psychophy siologic Approach, Fourt Edition Book 2. Philladelpia : WB Sounders Company.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar