Rabu, 14 Mei 2014

ARTIKEL IMPETIGO BULLOSA

Nama              : Marlina Zega
 Npm               : 11010011148
 Fakultas        : Ilmu Kesehatan Masyarakat




A.  PENGERTIAN

Impetigo adalah infeksi piogenik superfisial dan mudah menular yang terdapat dipermukaan kulit. Infeksi ini disebabkan oleh streptokok dan stafilokok, dan berpindah dari manusia ke manusia melalui kontak, terutama antara anak-anak. Pengobatannya terdiri dari pemberian antibiotik baik sistemik maupun topikal dan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang dirasakan.
Impetigo bullosa terdiri dari dua jenis, yaitu:
1.        Impetigo bullosa (dengan gelembung berisi cairan), merupakan kondisi yang lebih jarang terjadi dibandingkan bentuk nonbulosa. Agen penyebab impetigo bullosa adalah staphylococus aureus yang menghasilkan eksotoksin eksfoliatif ekstraselular disebut exfoliatins A dan B.
2.        Impetigo nonbullosa (tanpa gelembung cairan, dengan krusta /keropeng/ koreng), adalah bentuk yang paling sering dari impetigo dan terjadi sekitar 70% pada anak usia dibawah 15 tahun. Agen penyebab impetigo bullosa adalah staphylococcus aureus untuk 50-60% dari kasus. selain itu, sekitar 20-45% kasus disebabkan kombinasi s.aureus dan s.pyogenes.

B.  GEJALAN

Gejalan Impetigo bullosa merupakan suatu bentuk impertigo dengan gejala utama yang ditimbulkan berupa lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tebal. Lepuh-lepuh ini timbul mendadak pada kulit sehat dan dapat bertahan 2-3 hari. Apabila lepuh-lepuh ini pecah dapat menimbulkan tumpukan-tumpukan cairan yang akan mengering berwarna cokelat datar dan tipis. Impetigo bullosa juga dikenal sebagai impetigo vesikulo-bullosa atau cacar monyet.

C.  PENGOBATAN

Pengobatan harus efektif, memiliki sedikit efek samping. Antibiotik topikal (lokal) menguntungkan karena hanya diberikan pada kulit yang terinfeksi sehingga meminimalkan efek samping. Untuk perawatan luka, bersihkan lesi dengan menggunakan larutan antiseptik. Bila lesi basah, lesi bisa dikompres dengan larutan permanganas kalikus 1/10.000 atau dengan antiseptik lainnya. Jika bula besar dan banyak, sebaiknya dipecahkan dan dibersihkan dengan antiseptic dan diberi salep antibiotic (kloramphenicol 2% atau eritromisin 3%). Jika ada gejala konstitusi berupa demam sebaiknya diberikan antibitik sistemik seperti penisilin 3-50mg/kgbb.
Tujuan pengobatan impetigo adalah menghilangkan rasa tidak nyaman dan memperbaiki kosmetik dari lesi impetigo, mencegah penyebaran infeksi ke orang lain dan mencegah kekambuhan.
Terapi medikamentosa terapi topical dan terapi sistemik:
1.    Terapi topical
Pengobatan topikal sebelum memberikan salep antibiotik sebaiknya krusta sedikit dilepaskan baru kemudian diberi salep antibiotik. Pada pengobatan topikal impetigo bulosa bisa dilakukan dengan pemberian antiseptik atau salap antibiotik (Djuanda, 57:2005).

2.    Terapi sistemik
Penisilin dan semisintetiknya (pilih salah satu)
Ø Penicillin G procaine injeksi
Ø Ampicillin
Ø Amoksicillin
Ø Cloxacillin (untuk Staphylococcus yang kebal penicillin)
Ø Phenoxymethyl penicillin (penicillin V)
Ø Eritromisin (bila alergi penisilin)
Ø Clindamisin (alergi penisilin dan menderita saluran cerna).

D.  KOMPLIKASI

Sebenarnya impetigo tidaklah berbahaya, tapi kadang infeksi ini menyebabkan komplikasi serius meski jarang terjadi, Impetigo biasanya sembuh tanpa penyulit dalam 2 minggu walaupun tidak diobati. Komplikasi berupa radang ginjal/ Poststreptococcal glomerulonephritis (PSGN) pasca infeksi Streptococcus terjadi pada 1-5% pasien terutama usia 2-6 tahun dan hal ini tidak dipengaruhi oleh pengobatan antibiotic.
Komplikasi lainnya yang jarang terjadi adalah infeksi tulang (osteomielitis), radang paru-paru (pneumonia), selulitis (merupakan infeksi serius yang menyerang jaringan di bawah kulit dan dapat menyebar ke kelenjar getah bening serta memasuki aliran darah, Jika tak ditangani, cellulitis dapat mengancam jiwa).

E.  PENCEGAHAN

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Terutama menjaga kebersihan kulit dengan mandi memakai sabun dua kali sehari.
Tindakan yang bisa dilakukan guna pencegahan impetigo diantaranya :
a.    Cuci tangan segera dengan menggunakan air mengalir bila habis kontak dengan kena impertigo bullosa, terutama apabila terkena luka.
b.    Jangan menggunakan pakaian yang sama dengan penderita
c.    Mandi teratur dengan sabun dan air (sabun antiseptik dapat digunakan, namun dapat mengiritasi pada sebagian kulit orang yang kulit sensitif)
d.   Higiene yang baik, mencakup cuci tangan teratur, menjaga kuku jari tetap pendek dan bersih
e.    Jauhkan diri dari orang dengan impetigo
f.     Gunakan sarung tangan saat mengoleskan antibiotik topikal di tempat yang terinfeksi dan cuci tangan setelah itu.

DAFTAR PUSTAKA

1.    Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007.Sherwood, L. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem. EGC. Jakarta2001.
2.    Siregar. S.R. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit . EGC. Jakarta. 2004. 
3.    Syarif A et.al.Farmakologi dan Terapi.5thed. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar