NAMA : SELLY APRIANI
NPM : 110100070
FAKULTAS : ilmu kesehatan-masyarakat
A. Pengertian Frambusia
Frambusia merupakan penyakit
infeksi kulit yang disebabkan oleh Treptonema pallidum ssp.pertenue yang memiliki 3 stadium dalam proses manifestasi
ulkus seperti ulkus atau granuloma (mother yaw), lesi non-destruktif yang dini
dan destruktif atau adanya infeksi lanjut pada kulit, tulang dan perios.
Penyakit ini adalah penyakit kulit menular yang dapat berpindah dari orang
sakit frambusia kepada orang sehat dengan luka terbuka atau cedera/ trauma.
Frambusia adalah penyakit menular, kumat-kumatan, bukan termasuk penyakit
menular venerik, yang disebabkan oleh Treponema palidum subs. pertinue dengan
gejala utama pada kulit dan tulang. Penyakit frambusia atau patek adalah suatu
penyakit kronis, relaps (berulang). Dalam bahasa Inggris disebut Yaws, ada juga
yang disebut Frambesia tropica dan dalam bahasa Jawa disebut Pathek.
1. Cara penularan frambusia
Penularan penyakit frambusia
dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung (Depkes,2005), yaitu :
a.
Penularan
secara langsung (direct contact) . Penularan penyakit frambusia banyak terjadi
secara langsung dari penderita ke orang lain. Hal ini dapat terjadi jika jejas
dengan gejala menular (mengandung Treponema pertenue) yang terdapat pada kulit
seorang penderita bersentuhan dengan kulit orang lain yang ada lukanya.
Penularan mungkin juga terjadi dalam persentuhan antara jejas dengan gejala
menular dengan selaput lendir.
b.
Penularan
secara tidak langsung (indirect contact) . Penularan secara tidak langsung
mungkin dapat terjadi dengan perantaraan benda atau serangga, tetapi hal ini
sangat jarang. Dalam persentuhan antara jejas dengan gejala menular dengan
kulit (selaput lendir) yang luka, Treponema pertenue yang terdapat pada jejas
itu masuk ke dalam kulit melalui luka tersebut.
Terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh masuknya Treponema partenue dapat
mengalami 2 kemungkinan, antara lain :
ü
Infeksi
effective. Infeksi ini terjadi jika Treponema pertenue yang masuk ke dalam
kulit berkembang biak, menyebar di dalam tubuh dan menimbulkan gejala-gejala
penyakit. Infeksi efektif dapat terjadi jika Treponema pertenue yang masuk ke
dalam kulit cukup virulen dan cukup banyaknya dan orang yang mendapat infeksi
tidak kebal terhadap penyakit frambusia.
2. Pencegahan Frambusia
Frambusia bila tidak segera ditangani akan
menjadi penyakit kronik, yang bisa kambuh dan menimbulkan gejala pada kulit,
tulang dan persendian. Pada 10% kasus pasien stadium tersier, terjadi lesi
kulit yang destruktif dan memburuk menjadi lesi pada tulang dan persendian.
Kemungkinan kambuh dapat terjadi lebih dari 5 tahun setelah terkena infeksi
pertama. Strategi pemberantasan frambusia terdiri dari :
a.
Skrining
terhadap anak sekolah dan masyarakat usia di bawah 15 tahun untuk menemukan
penderita.
b.
Memberikan
pengobatan yang akurat kepada penderita di unit pelayanan kesehatan (UPK) dan
dilakukan pencarian kontrak.
3.
Pengobatan
Frambusia
Benzatin penisilin diberikan dalam dosis 2, 4 juta
unit untuk orang dewasa dan untuk 1,2 juta unit untuk anak-anak. Hingga saat
ini, penisilin merupakan obat pilihian, tetapi bagi mereka yang peka dapat
diberikan tetrasiklin atau eritromisin 2 gr/hari selama 5-10 hari. Menurut
Departemen Kesehatan RI, (2004) dan (2007) bahwa pilihan pengobatan utama
adalah benzatin penisilin, dan pengobatan alternatif dapat dilakukan dengan
pemberian tetrasiklin, doxicicline dan eritromisin. Anjuran pengobatan secara
epidemiologi untuk frambusia adalah sebagai berikut :
a.
Bila
sero positif >50% atau prevalensi penderita di suatu desa/ dusun >5% maka
seluruh penduduk diberikan pengobatan.
b.
Bila
sero positif 10%-50% atau prevalensi penderita di suatu desa 2%-5% maka
penderita, kontak, dan seluruh usia 15 tahun atau kurang diberikan pengobatan.
DAFTAR PUSTAKA
1.
.http://akatsuki-ners.blogspot.com/2011/02/askep-klien-dengan-frambusia.html
(diakses pada tanggal 24 februari 2012)
2.
.http://ichynurse.blogspot.com/2012/01/askep-frambusia.html
(diakses pada tanggal 23 februari 2012)
3.
http://.@
majalah.kesehatan.com.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar