Nama
: Fitriani
Npm
: 110100032
1.
Definisi Chikungunya
Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada
penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which
contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat
nyeri sendi hebat (arthralgia). penyakit yang ditandai dengan
demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari
kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan
bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah
nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada konjunktiva, pembesaran
kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah dan kadang-kadang
disertai dengan gatal pada ruam. Belum pernah dilaporkan adanya kematian
karena penyakit ini (Suharto, 2007). Penyebab penyakit ini adalah sejenis
virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang
sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih “bersaudara”
dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Gejala penyakit ini
termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C.
2. Penyebab Chikungunya
Vektor penular penyakit demam Chikungunya adalah Nyamuk A.
aegypti dan A. africanus. A. aegypti yang paling berperan dalam
penularan penyakit demam Chikungunya karena hidup dalam dan sekitar tempat
tinggal manusia sehingga banyak kontak dengan manusia. A. aegypti adalah
spesies nyamuk tropis dan sub tropis (Suharto, 2007).
Nyamuk ini berkembang biak di dalam
air bersih dan tempat – tempat gelap yang lembab, baik di dalam maupun di dekat
rumah. Tempat yang sering dijadikan sarang untuk bertelur adalah drum, batok
kelapa, kaleng-kaleng bekas, pot bunga, ember, vas bunga, tangki air tempat
penampungan air pada lemari es, ban-ban bekas dan botol-botol kosong serta
salah satu yang lain adalah talang atap rumah yang tergenang sisa air hujan
(Depkes RI, 2003).
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi
menurunnya angka penyakit Chikungunyah :
1)
Pemberdayaan Masyarakat
2)
Pelacakan Kasus oleh Dinas Kesehatan
3)
Peningkatan Kemitraan Berwawasan Bebas dari Penyakit Chikungunya
Pemberantasan
nyamuk demam Chikungunya seperti penyakit menular lainnya, didasarkan atas
pemutusan rantai penularan. Beberapa cara untuk memutuskan rantai penularan
penyakit demam Chikungunya yaitu:
a.
Melenyapkan virus dengan cara mengobati semua penderita dengan obat anti virus.
b.
Solusi penderita agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain
c.
Mencegah gigitan nyamuk/vektor.
d.
Immunisasi terhadap orang sehat.
e.
Membasmi/ memberantas sarang nyamuk.
4. Pemberantasan Chikungunya
Cara yang biasa dipakai adalah memberantas sumber nyamuk,
penyehatan lingkungan ataupun chemical control. Penyehatan lingkungan
merupakan cara terbaik. Untuk mencapai tujuan ini di perlukan usaha yang terus
– menerus secara berkesinambungan. Hasil yang diharapkan memang tidak tampak
dengan segera.
Pelacakan
kasus oleh dinas kesehatan setiap kali ditemukan adanya penderita chikungunya
dengan pelaksanaan kegiatan Penyelidikan Epidemiologis (PE) dan Penanggulangan
Fokus, sehingga kemungkinan penyebarluasan chikungunya dapat dibatasi dan KLB
dapat dicegah.Ikut serta bersama masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang
nyamuk (PSN). Pemberantasan terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan cara
pengasapan (fogging) dengan insektisida.nyamuk dewasa dilakukan dengan
cara pengasapan (fogging) dengan insektisida.
DAFTAR PUSTAKA
Demam Chikungunya 2.1.1 …repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23166/…/Chapter%20II.
Indonesia merupakan …etd.eprints.ums.ac.id/16086/2/BAB_I.pdf
diakses pada tgl 7/5/2014
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/2011/03/chikungunya.html
diakses pada tgl 7/5/2014
pengertian chikungunya « Blognya Ummu Kautsar ummukautsar.wordpress.com/tag/pengertian-chikungunya diakses pada
tgl 9/5/2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar