Senin, 26 Mei 2014

ARTIKEL PENYAKIT CHIKUNGUNYA



 Nama : Fitriani
Npm : 110100032


1.    Definisi Chikungunya
Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). penyakit yang ditandai dengan demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada konjunktiva, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah dan kadang-kadang disertai  dengan gatal pada ruam. Belum pernah dilaporkan adanya kematian karena penyakit ini (Suharto, 2007). Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih “bersaudara” dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C.

2.    Penyebab Chikungunya
Vektor penular penyakit demam Chikungunya adalah Nyamuk A. aegypti dan A. africanus. A. aegypti yang paling berperan dalam penularan penyakit demam Chikungunya karena hidup dalam dan sekitar tempat tinggal manusia sehingga banyak kontak dengan manusia. A. aegypti adalah spesies nyamuk tropis dan sub tropis (Suharto, 2007).
Nyamuk ini berkembang biak di dalam air bersih dan tempat – tempat gelap yang lembab, baik di dalam maupun di dekat rumah. Tempat yang sering dijadikan sarang untuk bertelur adalah drum, batok kelapa, kaleng-kaleng bekas, pot bunga, ember, vas bunga, tangki air tempat penampungan air pada lemari es, ban-ban bekas dan botol-botol kosong serta salah satu yang lain adalah talang atap rumah yang tergenang sisa air hujan (Depkes RI, 2003).

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya angka penyakit Chikungunyah :
1)      Pemberdayaan Masyarakat
2)      Pelacakan Kasus oleh Dinas Kesehatan
3)      Peningkatan Kemitraan Berwawasan Bebas dari Penyakit Chikungunya
Pemberantasan nyamuk demam Chikungunya seperti penyakit menular lainnya, didasarkan atas pemutusan rantai penularan. Beberapa cara untuk memutuskan rantai penularan penyakit demam Chikungunya yaitu:
a. Melenyapkan virus dengan cara mengobati semua penderita dengan obat anti virus.
b. Solusi penderita agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain
c. Mencegah gigitan nyamuk/vektor.
d. Immunisasi terhadap orang sehat.
e. Membasmi/ memberantas sarang nyamuk.

4. Pemberantasan Chikungunya
Cara yang biasa dipakai adalah memberantas sumber nyamuk, penyehatan lingkungan ataupun chemical control. Penyehatan lingkungan merupakan cara terbaik. Untuk mencapai tujuan ini di perlukan usaha yang terus – menerus secara berkesinambungan. Hasil yang diharapkan memang tidak tampak dengan segera.
            Pelacakan kasus oleh dinas kesehatan setiap kali ditemukan adanya penderita chikungunya dengan pelaksanaan kegiatan Penyelidikan Epidemiologis (PE) dan Penanggulangan Fokus, sehingga kemungkinan penyebarluasan chikungunya dapat dibatasi dan KLB dapat dicegah.Ikut serta bersama masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemberantasan terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan insektisida.nyamuk dewasa dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan insektisida.
DAFTAR PUSTAKA
Demam Chikungunya 2.1.1 …repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23166/…/Chapter%20II.
Indonesia merupakan …etd.eprints.ums.ac.id/16086/2/BAB_I.pdf diakses pada tgl 7/5/2014
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/2011/03/chikungunya.html diakses pada tgl 7/5/2014
pengertian chikungunya « Blognya Ummu Kautsar ummukautsar.wordpress.com/tag/pengertian-chikungunya diakses pada tgl 9/5/2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar