Nama : Ariendya
Desma Sepika
Npm
: 110100012
1.
Pengertian
Campak
Penyakit campak
dikenal juga dengan istilah morbili dalam bahasa latin dan measles
dalam bahasa inggris atau dikenal dengan sebutan gabagen (dalam
bahasa Jawa) atau kerumut (dalam bahasa Banjar) atau disebut juga
rubeola (nama ilmiah) merupakan suatu infeksi virus yang sangat
menular, yang di tandai dengan demam, lemas, batuk, konjungtivitas (peradangan
selaput ikat mata /konjungtiva) dan bintik merah di kulit (ruam kulit)
Ada
beberapa pengertian tentang campak menurut beberapa ahli, yaitu :
a.
Campak atau morbili adalah penyakit virus akut, menular yang di
tandai dengan 3 stadium yaitu stadium prodromal (kataral), stadium erupsi
dan stadium konvalisensi, yang di manifestasikan dengan demam, konjungtivitis
dan bercak koplik (Ilmu Kesehatan Anak Edisi 2, th 1991. FKUI
).
b. Morbili
adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan
gejala-gejala utama ringan, ruam serupa dengan campak ringan atau demam,
scarlet, pembesaran serta nyeri limpa nadi (Ilmu Kesehatan Anak vol 2, Nelson,
EGC, 2000).
c.
Campak adalah penyakit menular yang ditularkan melalui rute udara dari
seseorang yang terinfeksi ke orang lain yang rentan (Brunner & Suddart, vol
3, 2001).
2.
Cara Penularan
Cara penularan
penyakit ini adalah melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup Percikan
ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita morbili
atau campak. Artinya seseorang dapat tertular campak bila menghirup virus
morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau dimana saja. Penderita
bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit
dan selama ruam kulit ada. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala
muncul.
Orang-orang yang rentan terhadap
campak adalah :
Bayi
berumur lebih dari 1 tahun
Bayi
yang tidak mendapatkan imunisasi
Remaja
dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
4.
Masa Inkubasi penyakit Campak
1.
Masa inkubasi
Masa tunas/ inkubasi penyakit
berlangsung kurang lebih 10 – 20 hari dan kemudian timbul gejala-gejala yang di
bagi dalam 3 stadium, yaitu :
1.
Stadium Kataral atau Prodromal
Biasanya
berlangsung 4-5 hari, ditandai dengan panas, lesu, batuk-batuk dan mata merah.
Pada akhir stadium, kadang-kadang timbul bercak Koplik`s (Koplik spot)
pada mukosa pipi/daerah mulut, tetapi gejala khas ini tidak selalu dijumpai.
Bercak Koplik ini berupa bercak putih kelabu, besarnya seujung jarum pentul
yang dikelilingi daerah kemerahan. Koplik spot ini menentukan suatu
diagnose pasti terhadap penyakit campak.
2.
Stadium Erupsi
Batuk pilek
bertambah, suhu badan meningkat oleh karena panas tinggi, kadan-kadang anak
kejang-kejang, disusul timbulnya rash (bercak merah yang spesifik),
timbul setelah 3 – 7 hari demam.
3.
Stadium Konvalensi atau penyembuhan
Erupsi (bercak-bercak)
berkurang, meninggalkan bekas kecoklatan yang disebut hiperpigmentation, tetapi
lama-lama akan hilang sendiri. panas badan menurun sampai normal bila tidak
terjadi komplikasi.
3. Cara
Pencegahan Penyakit Campak
a.
Pencegahan Primordial
Pencegahan
primordial dilakukan dalam mencegah munculnya factor predisposisi/ resiko
terhadap penyakit Campak. Sasaran dari pencegahan primordial adalah anak-anak
yang masih sehat dan belum memiliki resiko yang tinggi agar tidak memiliki
faktor resiko yang tinggi untuk penyakit Campak
Daftar Pustaka
Kapita selekta Kedokteran Jilid 2, Jakarta: Media
Aesculapius.
Nelson.
1999. Ilmu Keperawatan Anak
Nelson,
2000. Ilmu Kesehatan Anak Vol 2. Jakarta. EGC
Ngastiyah.
1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta:
EGC.
Rampengan, T. H. 1993. Penyakit Infeksi Tropik pada
Anak. Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar