Selasa, 13 Mei 2014

DISENTRI

Nama : Dwi Ratna Sari
Npm : 110100023

A.Pengertian
            Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler.Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran dan juga lalat.
B. Penyebab
Penyebab disentri yang paling umum dan sering dijumpai di masyarakat adalah tidak mencuci tangan, setelah menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan. Cukup simple memang untuk penyebab disentri sebagai kasus klasik, tapi itulah kenyataan yang sering terjadi. Secara garis besar penyebab penyakit disentri sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan sekitar kita dan kebiasaan hidup bersih.
C. Gejala
Gejala disentri dapat berlangsung selama lima hari atau bahkan lebih. Untuk beberapa kasus, gejala mungkin ringan, sementara yang lain menderita diare berat dan muntah atau yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. gejala yang muncul jika terkena disentri Perut kembung, Nyeri pada abdomen, Diare berdarah,Mual, dengan atau tanpa muntah
Namun, jika infeksi parah, orang mungkin mengalami gejala lain akibat dehidrasi seperti Penurunan produksi urin,Kulit kering dan selaput lender, Haus yang berlebihan, Demam dan menggigil, Kejang otot, Lemas, Penurunan berat badan, Lendir putih kekuningan
Dalam kasus disentri kronis, ada efek setelah serangan akut. Pada kasus yang parah, suhu tubuh akan naik menjadi 40 derajat Celcius sampai dengan 40,6 derajat Celcius.
D. Pengobatan
sudah dilakukan pencegahan pada disentri dan tidak berhasil maka perlu penanganan yang serius untuk dilakukan pengobatan. Diagnosis klinis diperlukan untuk mengendalikan disentri.
Dalam kebanyakan kasus, antibiotik digunakan untuk mengobati disentri. Pastikan tubuh bisa mencegah terjadinya dehidrasi dengan minum cukup cairan, dan mendapatkan istirahat yang cukup.
E. Tips Untuk Pencegahan Penyakit Disentri
Disentri tersebar sebagai akibat dari kebersihan yang buruk. Untuk meminimalkan risiko terkena kondisi tersebut, maka harus dilakukan pencegahan pada penyakit disentri :
·                     Hindari menelan air di kolam renang atau sumber air rekreasi
·                     Pastikan Anda minum air yang sudah dimurnikan atau air matang
·                     Minum air minum kemasan saat traveling
·                     Cuci tangan dengan sabun anti bakteri setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok, sebelum menyiapkan dan menyantap makanan.
·                     Menghindari berbagi handuk dengan orang lain
·                     Mencuci pakaian atau perlengkapan makan dari orang yang terinfeksi.

 DAFTAR PUSTAKA
1.      Kamus Kedokteran Edisi Ketiga. Jakarta : FK-UI; 2001
2.      Dharma, Andi Pratama. Buku Saku Diare Edisi 1. Bandung : Bagian/SMF IKA FK-UP/RSHS; 2001
3.      Behrman, et al. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition. UK : Saunders; 2004
4.      Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak Volume 1. Jakarta : Bagian IKA FK-UI; 1998.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar