Nama : Dwi Ratna Sari
Npm : 110100023
A.Pengertian
Disentri merupakan peradangan pada
usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer
secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya
disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dan disentri basiler.
Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica
yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang
menjadi penyebab disentri basiler.Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan
menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran
dan juga lalat.
B. Penyebab
Penyebab disentri yang paling
umum dan sering dijumpai di masyarakat adalah tidak mencuci tangan, setelah
menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan. Cukup simple
memang untuk penyebab disentri sebagai kasus klasik, tapi itulah kenyataan yang
sering terjadi. Secara garis besar penyebab penyakit disentri sangat erat kaitannya
dengan kebersihan lingkungan sekitar kita dan kebiasaan hidup bersih.
C. Gejala
Gejala
disentri dapat berlangsung selama lima hari atau bahkan lebih. Untuk beberapa
kasus, gejala mungkin ringan, sementara yang lain menderita diare berat dan
muntah atau yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. gejala yang muncul jika terkena
disentri Perut kembung, Nyeri
pada abdomen, Diare
berdarah,Mual,
dengan atau tanpa muntah
Namun,
jika infeksi parah, orang mungkin mengalami gejala lain akibat dehidrasi seperti Penurunan produksi urin,Kulit kering dan selaput lender, Haus yang berlebihan, Demam dan menggigil, Kejang otot, Lemas, Penurunan berat badan, Lendir putih kekuningan
Dalam
kasus disentri kronis, ada efek setelah serangan akut. Pada kasus yang parah,
suhu tubuh akan naik menjadi 40 derajat Celcius sampai dengan 40,6 derajat
Celcius.
D. Pengobatan
sudah
dilakukan pencegahan pada disentri dan tidak berhasil maka perlu penanganan
yang serius untuk dilakukan pengobatan. Diagnosis klinis diperlukan untuk
mengendalikan disentri.
Dalam
kebanyakan kasus, antibiotik digunakan untuk mengobati disentri. Pastikan tubuh
bisa mencegah terjadinya dehidrasi dengan minum cukup cairan, dan mendapatkan
istirahat yang cukup.
E. Tips Untuk
Pencegahan Penyakit Disentri
Disentri tersebar
sebagai akibat dari kebersihan yang buruk. Untuk meminimalkan risiko terkena
kondisi tersebut, maka harus dilakukan pencegahan pada penyakit disentri :
·
Hindari
menelan air di kolam renang atau sumber air rekreasi
·
Pastikan
Anda minum air yang sudah dimurnikan atau air matang
·
Minum
air minum kemasan saat traveling
·
Cuci
tangan dengan sabun anti bakteri setelah menggunakan kamar mandi, mengganti
popok, sebelum menyiapkan dan menyantap makanan.
·
Menghindari
berbagi handuk dengan orang lain
·
Mencuci
pakaian atau perlengkapan makan dari orang yang terinfeksi.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Kamus
Kedokteran Edisi Ketiga. Jakarta : FK-UI; 2001
2.
Dharma,
Andi Pratama. Buku Saku Diare Edisi 1. Bandung : Bagian/SMF IKA
FK-UP/RSHS; 2001
3.
Behrman,
et al. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition. UK : Saunders; 2004
4.
Buku
Kuliah Ilmu Kesehatan Anak Volume 1. Jakarta : Bagian IKA FK-UI; 1998.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar