Senin, 26 Mei 2014

Usus Buntu



JUDUL : ARTIKEL APPENDICITIS
NAMA : HEZKY HERDIYUS
NPM   : 110100039
REGULER A

Pengertian Usus Buntu (Appendicitis)

Usus buntu merupakan gejala peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada usus buntu sehingga aliran limpa dan darah terhambat. Akibatnya usus buntu mengalami kerusakan dan pembusukan. Usus buntu yang membusuk mengandung nanah yang bisa pecah dan meyebarkan bakteri ke seluruh rongga perut.
Usus buntu salah satu penyakit yang populer di masyarakat. Penyakit ini banyak diderita oleh mereka yang berumur 10-30 tahun. Meski operasi untuk penyakit ini tergolong operasi ringan, jangan remehkan penyakit ini.

Penyebab Usus Buntu

Usus buntu disebakan oleh infeksi bakteri. Namun banyak faktor lain yang mendukung timbulnya peradangan di usus yang hanya sebesar kelingking itu. Penyumbatan oleh benda-benda asing dan keras menjadi faktor utama. Selain itu bisa juga karena cacing atau parasit.
Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang memiliki biji dengan ukuran kecil dan keras seperti cabai atau jambu, seringkali tidak tercerna dan menyelinap ke saluran appendiks. Begitu juga pengerasan tinja/feses dalam waktu lama dapat menyebabkan sedikit bagiannya menuju appendiks dan berpeluang menjadi sarang kuman/bakteri penyebab radang pada usus buntu.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama penyakit usus buntu adalah nyeri perut, rasa nyeri timbul biasanya berawal di daerah ulu hati (perut bagian tengah atas). Lama kelamaan, rasa nyeri tersebut berpindah ke daerah perut bawah sebelah kanan. Di sini rasa nyerinya menetap, terlokalisir dengan jelas bahkan semakin parah saat bergerak, menarik napas dalam-dalam, batuk atau bersin.
Pada awalnya biasanya akan susah buang air besar dan buang angin. Bahkan diare dan demam ringan setelah gejala-gejala lain muncul. Selain itu gerakan kaki yang menimbulkan peregangan dari pangkal paha seringkali memperparah rasa nyeri. Lalu bila peritonium, meradang,otot-otot perut akan menegang dan rasa nyeri pada organ-organ perut akan muncul dan hilang secara bergantian.

Pengobatan Usus Buntu

Gejala usus buntu dapat dilihat dengan pemeriksaan fisik, radiologi atau CT-Scan. Apabila sudah pada tahap kronis maka haruslah dilakukan pembedahan (operasi) untuk mengangkat usus buntu yang bengkak. Mantan penderita usus buntu bisa kembali terserang dengan kemungkinan 35 persen.

Mengobati Usus Buntu tanpa Operasi

Ada cara tradisional untuk mengobati usus buntu tanpa operasi. Yang perlu anda persiapkan adalah:
v  Bahan:
- 3 ruas jari kunyit, 2 sendok makan air jeruk nipis, garam dan gula merah   secukupnya.
v  Caranya:
1.   Kunyit dicuci bersih, kemudian parut untuk diambil airnya.
2. Tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis, garam, dan gula merah secukupnya, lalu tambah air putih 1 cangkir.
3  .Minumlahramuan ini selama seminggu berturut-turut,
4.  Jangan lupa berdoa kepada Allah untuk kesembuhan penyakit usus buntu anda.
Usus buntu termasuk penyakit yang tak bisa dicegah, Hanya saja apabila ada Anda mengalami gejala-gejala radang ini, jangan sekali-sekali minum obat pencahar. Karena tindakan ini justru bisa menyebabkan robekan usus buntu. Cukup kompres saja daerah yang nyeri ini dengan es agar rasa nyeri berkurang dan peradangan bisa diperlambat.

Mengobati Usus Buntu dengan Operasi.

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).
Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis. Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.
DAFTAR PUSTAKA
Chapter II. Universitas Sumatera Utara.
Diakses tanggal 9 mei 2014.
Craig Sandy, Lober Williams. Appendicitis Acute Diakses dari
www.emedicine.com, tanggal 9 mei 2014.
Katz S Michael, Tucker Jeffry. Appendicitis. Diakses dari: www.emedicine.com, tanggal 9 mei 2014.
Perawat_heri. 2009. Apendisitis. http://perawatheri.blogspot.com/ Diakses tanggal 9 mei 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar