ARTIKEL TENTANG PENYAKIT HERPES ZOSTER
By: Siti Purnani
1.
DEFINISI
Herpes zoster adalah
lepuhan kulit yang disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varisela-zoster
yang menetap laten di akar saraf. Virus varisela-zoster adalah virus yang
juga menyebabkan cacar air. Siapa pun yang pernah menderita cacar air di
masa lalu dapat terkena herpes zoster. Penyakit ini sangat berbeda dengan herpes
genital, yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual.
2.
GEJALA
Pada
permulaannya, herpes zoster akan menyebabkan sedikit demam, pilek, cepat merasa
lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada
kasus yang lebih berat, bisa dirasakan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing.
Nyeri akan terasa di bagian tubuh Anda yang sarafnya terpengaruh. Nyeri
ini berkisar dari ringan sampai berat berupa rasa pegal, terbakar atau
menusuk-nusuk. Kulit di bagian tubuh yang terkena biasanya terasa lunak.
Beberapa
hari kemudian timbullah bintik kecil kemerahan pada kulit. Bintik-bintik ini
lalu berubah menjadi gelembung-gelembung transparan berisi cairan, persis
seperti pada cacar air namun hanya bergerombol di sepanjang kulit
yang dilalui oleh saraf yang terkena. Bintik-bintik baru dapat terus
bermunculan dan membesar sampai seminggu kemudian. Jaringan lunak di bawah
dan di sekitar lepuhan dapat membengkak untuk sementara karena peradangan yang
disebabkan oleh virus.
3. KOMPLIKASI
Herpes zoster tidak menimbulkan
komplikasi pada kebanyakan orang. Bila timbul komplikasi, hal-hal berikut dapat
terjadi:
- Neuralgia pasca herpes. Ini adalah komplikasi yang paling umum. Nyeri saraf (neuralgia) akibat herpes zoster ini tetap bertahan setelah lepuhan kulit menghilang. Masalah ini jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50. Rasa nyeri biasanya secara bertahap menghilang dalam satu bulan tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung berbulan-bulan bila tanpa pengobatan.
- Infeksi kulit. Kadang-kadang lepuhan terinfeksi oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang. Jika hal ini terjadi maka Anda mungkin perlu antibiotik.
- Masalah mata. Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan.
- Kelemahan/layuh otot. Kadang-kadang, saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.
4.
PENGOBATAN
Herpes
zoster biasanya sembuh sendiri setelah beberapa minggu. Biasanya pengobatan
hanya diperlukan untuk meredakan nyeri dan mengeringkan inflamasi.
ü
Pereda nyeri. Salah satu
masalah terbesar herpes zoster adalah rasa nyeri. Nyeri ini kadang-kadang
sangat keras. Parasetamol dapat digunakan untuk meredakan sakit. Jika
tidak cukup membantu, silakan tanyakan kepada dokter Anda untuk meresepkan analgesik
yang lebih kuat.
ü
Antivirus. Dalam beberapa kasus,
obat antivirus seperti asiklovir, famsiklovir, dan valaciclovir mungkin
diberikan. Obat-obat tersebut tidak membunuh virus tapi menghambat perkembangbiakan virus. Dengan demikian,
tingkat keparahan serangan herpes zoster dapat diminimalkan. Obat
antivirus paling berguna pada tahap awal ruam (dalam 3 hari setelah ruam
muncul). Namun, dalam beberapa kasus dokter mungkin tetap memberikan obat
antivirus bahkan setelah 3 hari perkembangan ruam, terutama pada orang tua
dengan herpes zoster parah, atau jika mempengaruhi mata. Obat antivirus
tidak disarankan untuk semua pasien. Misalnya, remaja dan anak-anak yang terkena
herpes zoster di perut seringkali hanya memiliki gejala ringan dan
berisiko rendah terkena neuralgia pasca herpes. Dalam situasi ini obat
antivirus tidak diperlukan.
ü
Steroid. Steroid membantu
mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan lepuhan. Namun, penggunaan
steroid untuk herpes zoster masih kontroversial. Steroid juga tidak
mencegah neuralgia pasca herpes.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar