Senin, 26 Mei 2014

ARTIKEL TENTANG MIGREN


NAMA : PERA NOPITA SARI
NPM   : 120100105

A.    Pengertian Migrain
Migrain atau sering juga disebut sakit kepala atau pusing sebelah adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai mual,muntah. Penderita biasanya sensitive terhadap cahaya,suara,bahkan bau-bauan. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja,kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya,tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus.
Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hamper sama dengan gejala migraine. Migrain dapat timbul bersama penyakit lain, misalnya tumor atau infeksi,dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Kejadian ini sangat jarang.
 Kata migraine berasal dari bahasa yunani yaitu hemicrania (hemi=setengah, cranium=tengkorak kepala). Serangan skait kepala migraine dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu, dengan lama serangan biasanya 1-2 jam. Migrain atau sakit kepala sebelah sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, diperkirakan sakit kepala ini disebabkan karena adanya hiperaktifitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah otak serta proses inflamasi (luka radang). Ada juga skit kepala tipe ketegangan (tension type headache atau TTH) cirinya adalah kedua sisi kepala seperti diremas dengan kencang,tapi tidak disertai gejala lain (tidak mual,muntah,sensitive cahaya dan lain-lain).
B.     Macam-Macam Migrain
Migraine dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:
1.      Migrain Biasa (migraine tanpa aura):
Kebanyakan penderita migraine masuk kedalam jenis ini. Migraine biasa ditandai dengan nyeri kepala berdenyut disalah satu sisi dengan intesintas yang sedang sampai berat dan semakin parah pada saat melakukan aktifitas. Migraine ini juga disertai mual,muntah,sensitive terhadap cahaya dan bau. Sakit kepala akan sembuh dalam 4 sampai 72 jam,sekalipun tidak diobati.
2.      Migrain Klasik (migrain dengan aura):
Pada jenis klasik, migraine biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura, yang terjadi dalam 30 menit sebelum timbul migrain. Migraine klasik merupakan 30% dari semua migrain.
C.     Penyebab Migrain
Penyebab pasti migraine masih belum begitu jelas. Diperkirakan, adanya hiperaktifitas impuls listrik otak meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain. Misalnya, mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat migraine yang di derita. Telah diketahui bahwa factor genetic berperan terhadap timbulnya migrain.
D.    Gejala Migrain
Gejala awal: satu atau dua hari sebelum timbul migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah,menguap berlebih,sangat menginginkan suatu jenis makanan (misalnya, coklat), gampang tersinggung dan gelisah.
Aura: hanya didapati pada migraine klasik. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang,cahaya terang,bintik gelap,atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik,merasa kebas di tangan,pundak atau wajah atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya atau merasa bingung.
Sakit kepala dan gejala penyerta: penderita merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala,sering terasa di belakang mata. Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau mengenai kedua belah sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang sampai berat.
Gejala Akhir: setelah nyeri kepala sembuh,penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya,lemas,atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit kepala.
E.     Pengobatan Migrain
Pada tahap awal,anda dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep,seperti parasetamol, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti asipirin,ibuprofen,atau natrium naproxen, untuk mengurangi gejala migrain. Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migraine golongan lain yang harus dibeli dengan resep yang mempunyai banyak efek samping.
F.      Cara Mencegah Migrain
Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan menghindarinya. Dengan mengenali dan menghindari pencetus,jumlah serangan dan tingkat keparan migraine dapat dikurangi. Hal-hal berikut dapat membantu anda untuk mencegah migraine:
1.      Mengenali pencetus migraine dengan membuat buku harian
2.      Tidur dan beraktivitas secara teratur
3.      Makan teratur dan menghindari makanan yang dapat mencetuskan migraine
4.      Mengatasi stress
5.      Menghindari asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
Pencegahan dapat pula dilakukan dengan obat-obatan,walaupun dapat terjadi efek samping dari ringan sampai sedang. Obat ini juga biasanya agak mahal. Tetapi, obat ini kadangkala efektif untuk mencegah dan mengurangi keparahan migrain,sehingga memperbaiki kualitas hidup.
DAFTAR PUSTAKA
·         David A.Greenberg,Michael J.Aminoff, Roger P.Simon (2002).
Clinical Neurology 5th edition. McGraw –Hill/Appleton & lange.
·         Andrea C.Adams, MD (2008). Mayo Clinic Essential Neurology. Mayo Foundation
·         Dawn A.Marcus, MD(2007). Headache and Chronic Pain Syndromes. Humana Press Inc




Tidak ada komentar:

Posting Komentar