NAMA
: PERA NOPITA SARI
A. Pengertian
Migrain
Migrain atau sering juga disebut sakit kepala atau
pusing sebelah adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai
mual,muntah. Penderita biasanya sensitive terhadap cahaya,suara,bahkan
bau-bauan. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala
saja,kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya,tetapi dapat mengenai kedua
sisi kepala sekaligus.
Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan
sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat
ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hamper sama dengan gejala migraine.
Migrain dapat timbul bersama penyakit lain, misalnya tumor atau infeksi,dapat
juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Kejadian ini sangat jarang.
Kata migraine
berasal dari bahasa yunani yaitu hemicrania (hemi=setengah, cranium=tengkorak
kepala). Serangan skait kepala migraine dapat terjadi beberapa kali setahun
sampai beberapa kali seminggu, dengan lama serangan biasanya 1-2 jam. Migrain
atau sakit kepala sebelah sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya.
Namun, diperkirakan sakit kepala ini disebabkan karena adanya hiperaktifitas
impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah otak serta proses inflamasi
(luka radang). Ada juga skit kepala tipe ketegangan (tension type headache atau
TTH) cirinya adalah kedua sisi kepala seperti diremas dengan kencang,tapi tidak
disertai gejala lain (tidak mual,muntah,sensitive cahaya dan lain-lain).
B. Macam-Macam
Migrain
Migraine
dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:
1. Migrain
Biasa (migraine tanpa aura):
Kebanyakan penderita
migraine masuk kedalam jenis ini. Migraine biasa ditandai dengan nyeri kepala
berdenyut disalah satu sisi dengan intesintas yang sedang sampai berat dan
semakin parah pada saat melakukan aktifitas. Migraine ini juga disertai
mual,muntah,sensitive terhadap cahaya dan bau. Sakit kepala akan sembuh dalam 4
sampai 72 jam,sekalipun tidak diobati.
2. Migrain
Klasik (migrain dengan aura):
Pada jenis klasik, migraine
biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura, yang terjadi dalam 30
menit sebelum timbul migrain. Migraine klasik merupakan 30% dari semua migrain.
C. Penyebab
Migrain
Penyebab
pasti migraine masih belum begitu jelas. Diperkirakan, adanya hiperaktifitas
impuls listrik otak meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi
pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. Pelebaran dan inflamasi
ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain. Misalnya, mual. Semakin
berat inflamasi yang terjadi, semakin berat migraine yang di derita. Telah
diketahui bahwa factor genetic berperan terhadap timbulnya migrain.
D. Gejala
Migrain
Gejala awal: satu atau dua hari sebelum timbul
migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah,menguap
berlebih,sangat menginginkan suatu jenis makanan (misalnya, coklat), gampang
tersinggung dan gelisah.
Aura:
hanya didapati pada migraine klasik. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum
timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat
garis yang bergelombang,cahaya terang,bintik gelap,atau tidak dapat melihat
benda dengan jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan
di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan
baik,merasa kebas di tangan,pundak atau wajah atau merasa lemah pada satu sisi
tubuhnya atau merasa bingung.
Sakit kepala dan gejala penyerta: penderita
merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala,sering terasa di belakang mata.
Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau
mengenai kedua belah sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang sampai berat.
Gejala Akhir: setelah nyeri kepala sembuh,penderita
mungkin merasa nyeri pada ototnya,lemas,atau bahkan merasakan kegembiraan yang
singkat. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit
kepala.
E. Pengobatan
Migrain
Pada tahap awal,anda dapat menggunakan antinyeri
yang dapat dibeli bebas tanpa resep,seperti parasetamol, atau obat anti-inflamasi
nonsteroid (NSAID) seperti asipirin,ibuprofen,atau natrium naproxen, untuk
mengurangi gejala migrain. Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu
menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum
memberikan obat anti migraine golongan lain yang harus dibeli dengan resep yang
mempunyai banyak efek samping.
F. Cara
Mencegah Migrain
Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan
menghindarinya. Dengan mengenali dan menghindari pencetus,jumlah serangan dan
tingkat keparan migraine dapat dikurangi. Hal-hal berikut dapat membantu anda
untuk mencegah migraine:
1. Mengenali
pencetus migraine dengan membuat buku harian
2. Tidur
dan beraktivitas secara teratur
3. Makan
teratur dan menghindari makanan yang dapat mencetuskan migraine
4. Mengatasi
stress
5. Menghindari
asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
Pencegahan dapat
pula dilakukan dengan obat-obatan,walaupun dapat terjadi efek samping dari
ringan sampai sedang. Obat ini juga biasanya agak mahal. Tetapi, obat ini
kadangkala efektif untuk mencegah dan mengurangi keparahan migrain,sehingga
memperbaiki kualitas hidup.
DAFTAR
PUSTAKA
·
David A.Greenberg,Michael J.Aminoff,
Roger P.Simon (2002).
Clinical Neurology 5th
edition. McGraw –Hill/Appleton & lange.
·
Andrea C.Adams, MD (2008). Mayo Clinic
Essential Neurology. Mayo Foundation
·
Dawn A.Marcus, MD(2007). Headache and
Chronic Pain Syndromes. Humana Press Inc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar