Nama : Mulya Waldi
NPM : 110100093
1.
Pengertian Kanker Kulit
Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal.
Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun
berbeda-beda kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal
dan melanosit. Kanker kulit biasa nya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar
kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker
kulit merupakan jenis yang paling mudah di temukan gejalanya pada stadium awal,
kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada
penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital
seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia
Penyakit kanker kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ada tiga jenis kanker kulit yang umumnya sering diderita manusia, diantaranya adalah karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM).
Penyakit kanker kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ada tiga jenis kanker kulit yang umumnya sering diderita manusia, diantaranya adalah karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM).
2. PENYEBAB INFEKSI BAKTERI KANKER KULIT
1. Herpes Zoester
Herpeszoester merupakan kelainan inflamotorik vital dimana virus penyebabnya menimbulkan erupsi vesikuler yang terasa nyeri di sepanjang disrtibusi sarak sensorik dari satu atau lebih ganglion posterior. Inveksi ini di sebabkan oleh virus varisela, yang di kenal sebagai virus verisela-zoester.virus ini merupakan anggota kelompok virus DNA.
1. Herpes Zoester
Herpeszoester merupakan kelainan inflamotorik vital dimana virus penyebabnya menimbulkan erupsi vesikuler yang terasa nyeri di sepanjang disrtibusi sarak sensorik dari satu atau lebih ganglion posterior. Inveksi ini di sebabkan oleh virus varisela, yang di kenal sebagai virus verisela-zoester.virus ini merupakan anggota kelompok virus DNA.
Verpes
zoester disebabkan oleh inveksi virus varisela (VVZ) dan tergolong virus
berinti DNA. Virus ini berukuran virus ini berukuran 140-200 nm, yang termasuk
subfamili alfa herpes viridae. Berdasarkan sifat biologisnya seperti siklus
replikasi, pejamu sifat sitotoksit, dan sel tempat hidup laten di
klasifikasikan kedalam tiga subfamili yaitu alfa, betadn gamma. Vvz dalam
subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel
epitelyang menimbulkan lesi vaskular.
2. Impetigo
Impetigo adalah penyakit infeksi piogenik pada kulit yang bersifat superfisial, bersifat mudah menular yang disebabkan oleh staphilococcos atau streptococcus. Impetigo terbagi dalam dua bentuk yaitu impetigo bulosa dan impetigo nonbulosa
2. Impetigo
Impetigo adalah penyakit infeksi piogenik pada kulit yang bersifat superfisial, bersifat mudah menular yang disebabkan oleh staphilococcos atau streptococcus. Impetigo terbagi dalam dua bentuk yaitu impetigo bulosa dan impetigo nonbulosa
3.
Pencegahan Kanker Kulit :
- Jangan mencoba berjemur untuk membuat kulit
lekas berwarna coklat kekuningan jika kulit anda mudah terbakar.
- Hindari pejanan sinar matahari yang tidak
diperlukan, khususnya ketika radiasi sinar UV terjadi intensif antara pukul
10.00 wib – 15.00 wib.
- Jangan sekali-kali membiarkan kulit
terbakar karena sinar UV.
- Oleskan preparat tabir surya pelindung
kulit jika anda harus berjemur bawah terik matahari. Preparat ini akan
menghalangi pancaran sinar matahari yang berbahaya. Oleskan preparat tabir surya
kembali sesudah terkena terik matahari dalam waktu yang lama.
- Gunakan pelembab bibir ata ligloss yang
mengandung reparat tabir surya dengan angka SPF tinggi.
- Kenakan pakaian pelindung yang tepat
(misalnya:topi, kemeja tangan panjang).
- Jangan menggunakan lampu pemanas untuk membuat
kulit berwarna cokelat kekuningan.
Daftar Pustaka
Amin. (2009). Anatomi
fisiologi kulit. Diperoleh pada tanggal 6 April 2011 dari: http://www.docstoc.com/docs/58180799/ANATOMI-DAN-FISIOLOGI-SISTEM-INTEGUMEN-(KULIT)
Corwin,
E.J.(2009). Buku saku patofisiologi.
Jakarta : EGC.
Engram, Barbara. (2004) Rencana asuhan keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.
Ganggaiswari, A.
(2010). Kanker kulit Indonesia. Diperoleh pada tanggal 7 Mei 2014 dari http://www.yki.cakulit.com
Globocan. (2008). Karsinoma
kulit. Diperoleh pada tanggal 7 Mei 2014 dari http://www.globocan.2008.com
Isselbacher, et al.
(2000). Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu
Penyakit Dalam. Ed.13. Jakarta:EGC.
Marwali, H. (2000). Ilmu penyakit kulit. Jakarta : EGC.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar