disusun oleh : Sugiarti
PENDAHULUAN
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang
utama di Indonesia. Peranannya dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat
cukup besar karena sampai saat ini penyakit infeksi masih termasuk ke dalam
salah satu penyebab yang mendorong tetap tingginya angka kesakitan dan angka
kematian di tanah air. Salah satu penyakit yang diderita masyarakat adalah
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA merupakan salah satu penyebab
kematian dan kesakitan pada balita di negara berkembang termasuk Indonesia.
DEFINISI
Menurut Sectish (2004), pneumonia adalah suatu peradangan
pada parenkim paru. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan
paru-paru (alveoli). Terjadinya pneumonia pada anak sering kali
bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia).
Dalam pelaksanaan pemberantasan penyakit ISPA semua bentuk pneumonia disebut
juga pneumonia saja.
KLASIFIKASI PNEUMONIA
Berdasarkan Pedoman Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut
untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita Depkes 2002 Infeksi Saluran
Pernapasan Akut (ISPA) dapat diklasifikasi sebagai berikut:
- Pneumonia berat
2. Pneumonia
3. Bukan pneumonia
GEJALA
Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah:
Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah:
- Batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah)
- nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk)
- menggigil
- demam
- mudah merasa lelah
- sesak nafas
- sakit kepala
- nafsu makan berkurang
- mual dan muntah
- merasa tidak enak badan
- kekakuan sendi
- kekakuan otot.
PENYEBAB
Penyebab pneumonia adalah Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa).
Penyebab pneumonia adalah Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa).
PENCEGAHAN
Selain imunisasi, para orang tua dapat melakukan pencegahan
pneumonia pada balita dengan memperhatikan tips berikut:
- Menghindarkan bayi (anak) dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi penularan.
- Menghindarkan bayi (anak) dari kontak dengan penderita ISPA.
- Membiasakan pemberian ASI.
- Segera berobat jika mendapati anak mengalami panas, batuk, pilek. Terlebih jika disertai suara serak, sesak napas dan adanya tarikan pada otot diantara rusuk (retraksi).
- Periksakan kembali jika dalam 2 hari belum menampakkan perbaikan. Dan segera ke rumah sakit jika kondisi anak memburuk.
DAFTAR PUSTAKA
- Rasmaliah. 2004. “Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penanggulangannya” dalam http://library.usu.ac.id. 29 Januari 2010. 19:05:10 WIB.
- Supriyatno. 2003. ”Waspada Pneumonia pada Anak” dalam www.kesonline.com. 29 Januari 2010. 19:25:15 WIB
- Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar