Rabu, 14 Mei 2014

ARTIKEL PNEUMONIA (RADANG PARU-PARU)

disusun oleh : Sugiarti

PENDAHULUAN
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Peranannya dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat cukup besar karena sampai saat ini penyakit infeksi masih termasuk ke dalam salah satu penyebab yang mendorong tetap tingginya angka kesakitan dan angka kematian di tanah air. Salah satu penyakit yang diderita masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan pada balita di negara berkembang termasuk Indonesia.
DEFINISI
Menurut Sectish (2004), pneumonia adalah suatu peradangan pada parenkim paru. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pneumonia pada anak sering kali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Dalam pelaksanaan pemberantasan penyakit ISPA semua bentuk pneumonia disebut juga pneumonia saja.
KLASIFIKASI PNEUMONIA
Berdasarkan Pedoman Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita Depkes 2002 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat diklasifikasi sebagai berikut:
  1. Pneumonia berat
2.      Pneumonia
3.      Bukan pneumonia
GEJALA
Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah:
  1. Batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah)
  2. nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk)
  3. menggigil
  4. demam
  5. mudah merasa lelah
  6. sesak nafas
  7. sakit kepala
  8. nafsu makan berkurang
  9. mual dan muntah
  10. merasa tidak enak badan
  11. kekakuan sendi
  12. kekakuan otot.
PENYEBAB
Penyebab pneumonia adalah
Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa).
PENCEGAHAN
Selain imunisasi, para orang tua dapat melakukan pencegahan pneumonia pada balita dengan memperhatikan tips berikut:
  1. Menghindarkan bayi (anak) dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi penularan.
  2. Menghindarkan bayi (anak) dari kontak dengan penderita ISPA.
  3. Membiasakan pemberian ASI.
  4. Segera berobat jika mendapati anak mengalami panas, batuk, pilek. Terlebih jika disertai suara serak, sesak napas dan adanya tarikan pada otot diantara rusuk (retraksi).
  5. Periksakan kembali jika dalam 2 hari belum menampakkan perbaikan. Dan segera ke rumah sakit jika kondisi anak memburuk.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Rasmaliah. 2004.  “Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penanggulangannya” dalam http://library.usu.ac.id. 29 Januari 2010. 19:05:10 WIB.
  2. Supriyatno. 2003. ”Waspada Pneumonia pada Anak” dalam www.kesonline.com. 29 Januari 2010. 19:25:15 WIB
  3. Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar